← Beranda
4 Kriteria Calon Gubernur BI Pengganti Perry Warjiyo Versi Ekonom
Djati WaluyoSenin, 27 Juli 2026 | 19.57 WIB
Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatan sebagai Gubernur Bank Indonesia. (dok. JawaPos.com)

JawaPos.com - Pemerintah didorong untuk memilih figur yang punya kompetensi kuat di bidang moneter, independen, dan kredibel, sebagai pengganti Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo yang mengundurkan diri.

Sejumlah ekonom meminta pemerintah menyeleksi ketat sosok yang akan ditempatkan sebagai gubernur BI.

Sebab, setiap kebijakannya akan menentukan stabilitas moneter dan keuangan Indonesia ke depan.

Berikut kriteria calon Gubernur BI yang ideal untuk menggantikan Perry Warjiyo versi ekonom:

Baca Juga: Perry Warjiyo Mundur, Bank Indonesia Jamin Stabilitas Moneter tetap Terjaga

1. Paham kebijakan moneter, stabilitas keuangan, dan koordinasi kebijakan

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, mengatakan pengganti Perry harus sosok yang memiliki pemahaman kuat mengenai kebijakan moneter, stabilitas sistem keuangan, serta koordinasi kebijakan dengan pemerintah dan sektor riil.

Pasalnya, tantangan ekonomi saat ini tidak hanya berkaitan dengan menjaga inflasi dan stabilitas rupiah.

Tetapi juga bagaimana kebijakan moneter dapat bersinergi dengan kebijakan fiskal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

2. Punya kredibilitas baik di mata pasar

Calon Gubernur BI berikutnya harus dikenal dan punya kredibilitas yang baik di mata pasar. 

“Karena itu, figur yang dipilih sebaiknya merupakan sosok yang memahami keseluruhan mandat Bank Indonesia, memiliki kredibilitas di mata pasar, serta mampu menjaga kesinambungan kebijakan yang telah berjalan dengan baik,” ujar Yusuf Rendy Manilet kepada JawaPos.com, Senin (27/7).

Baca Juga: Perry Warjiyo Mundur, Ekonom Indef: Gubernur BI yang Baru Harus Pimpin Upaya Stabilisasi Rupiah

3. Dari kalangan profesional murni, tak terlibat politik praktis

Sementara itu, Ekonom Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda, menilai pengganti Perry Warjiyo sebaiknya berasal dari kalangan profesional yang tidak memiliki keterlibatan dalam politik praktis.

“Pengganti Perry tentu adalah orang profesional tidak terlibat dalam politik praktis apapun. Sebisa mungkin dari internal BI yang sudah lama menggeluti bidang moneter,” ujar Nailul kepada JawaPos.com.

Menurut dia, pelaksana sementara Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti merupakan salah satu sosok yang kompenten untuk mengemban amanat baru sebagai Gubernur Bank Indonesia.

“Bu Destry, menurut hemat saya orang yang capable untuk mengemban amanat baru di BI. Asal bukan Thomas (Thomas Djiwandono, Deputi Gubernur BI) yang diajukan sebagai DGS (Deputi Gubernur Senior) BI. Jika Thomas melaju jauh bahkan sampai ke Gubernur BI, ekonomi kita akan semakin suram,” ucapnya.

4. Kompeten di bidang fiskal dan sektor riil

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti, menekankan pentingnya kompetensi yang menyeluruh bagi calon Gubernur BI. Tidak hanya di bidang moneter, tetapi juga fiskal dan sektor riil.

Baca Juga: Perry Warjiyo Mundur, Pengamat: Siapapun Gubernur BI Baru Sulit Dongkrak Rupiah

"Yang penting punya kompetensi tidak hanya di bidang moneter, tapi juga fiskal dan sektor riil, serta tidak terafiliasi dengan partai politik agar bisa menjalankan independensi bank sentral," ujar Esther kepada JawaPos.com.

Esther juga menilai pergantian kepemimpinan di BI berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap stabilitas pasar keuangan domestik.

Saat ditanya apakah kondisi tersebut dapat memperburuk stabilitas pasar Indonesia dan semakin menekan nilai tukar rupiah, ia menjawab singkat,

"Yes mas (dapat memperburuk stabilitas pasar Indonesia dan semakin menekan nilai tukar rupiah),” ucapnya.

Baca Juga: Perry Warjiyo Mundur, BI Pastikan Pengisian Gubernur Baru Sesuai UU

EDITOR: Bayu Putra