← Beranda
BI Sebut Transaksi Pembayaran Digital Triwulan II 2026 Tumbuh 36,88 Persen
Djati WaluyoKamis, 23 Juli 2026 | 18.58 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (Istimewa)

JawaPos.com - Bank Indonesia (BI) mencatat volume transaksi pembayaran digital mencapai Rp 16,07 miliar transaksi atau tumbuh 36,88 persen secara tahunan atau year on year (yoy) pada triwulan II 2026.

Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan transaksi ekonomi dan keuangan digital pada triwulan II 2026 tetap tumbuh didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal untuk menopang kegiatan ekonomi.

“Volume transaksi pembayaran digital mencapai 16,07 miliar transaksi atau tumbuh 36,88 persen (yoy) pada triwulan II 2026 didukung oleh perluasan akseptasi pembayaran digital,” ujar Perry dalam konferensi pers RDG BI, Rabu (22/7).

Baca Juga: BI Salurkan Insentif KLM Rp 431,9 Triliun ke Perbankan Hingga Awal Juli 2026

Perry mengatakan Volume transaksi melalui internet dan aplikasi mobile masing-masing tumbuh sebesar 16,88 persen (yoy) dan 31,39 persen (yoy) termasuk transaksi QRIS yang terus tumbuh tinggi mencapai 100,12 persen (yoy) pada triwulan II 2026.

“Kinerja QRIS yang positif tersebut didukung oleh peningkatan jumlah pengguna dan merchant,” ujarnya.

Perry menjelaskan, dari sisi infrastruktur, volume transaksi ritel yang diproses melalui BI-FAST mencapai 1.529 juta transaksi atau tumbuh 38,09 persen (yoy) dengan nilai transaksi mencapai Rp 3.777 triliun pada triwulan II 2026.

Sementara itu, volume transaksi nilai besar yang diproses melalui BI-RTGS tercatat sebanyak 2,63 juta transaksi atau tumbuh 13,03 persen (yoy), dengan nominal transaksi BI-RTGS tumbuh 12,66 persen (yoy) mencapai Rp 53.492 triliun pada triwulan II 2026.

Baca Juga: Hanya 10 Pemain! Fabian Ruiz Jadi Nama Terbaru Juarai Piala Dunia dan Liga Champions dalam Satu Musim

“Dari sisi pengelolaan uang Rupiah, Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 14,03 persen (yoy) menjadi Rp 1.315 triliun pada triwulan II 2026,” ucapnya.

Lanjutnya, ia menyebut bahwa Stabilitas sistem pembayaran tetap terjaga ditopang oleh infrastruktur yang stabil dan struktur industri yang sehat.

Adapun, infrastruktur yang stabil tecermin pada penyelenggaraan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (SPBI) dan sistem pembayaran industri yang lancar dan andal serta kecukupan pasokan uang dalam jumlah dan kualitas yang memadai.

Sedangkan, struktur industri yang sehat tergambar pada interkoneksi antarpelaku dalam sistem pembayaran yang terus menguat dan diikuti oleh ekosistem Ekonomi Keuangan Digital (EKD) yang meluas.

Perry mengatakan, kedeoannya BI terus memperkuat struktur industri sistem pembayaran, antara lain melalui upaya untuk memastikan pengembangan aktivitas, produk dan/atau kerja sama memenuhi aspek manajemen risiko dan sejalan dengan arah kebijakan Bank Indonesia.

Ia menegaskan Bank Indonesia juga akan terus memastikan keamanan dan keandalan infrastruktur SPBI, baik ritel maupun wholesale, serta infrastruktur sistem pembayaran industri.

Baca Juga: Hotman Paris Mundur dari Pengacara Eks Jampidsus Febrie Adriansyah di Kasus Korupsi dan TPPU

“Selain itu, Bank Indonesia juga terus menjaga ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah yang cukup dengan kualitas yang layak edar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), termasuk daerah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T),” pungkasnya.

EDITOR: Bintang Pradewo