JawaPos.com - Dekarbonisasi di sektor industri tidak hanya menjadi sebuah slogan semata. Butuh langkah konkret untuk mencapai target Net Zero Emission (NZE).
Ada banyak contoh dekarbonisasi yang dilakukan seperti pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) berkapasitas 2 × 2,5 megawatt dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 15 megawatt sebagaimana yang dilakukan oleh PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP).
Direktur Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Winardi menuturkan, transformasi kawasan industri merupakan salah satu langkah strategis untuk mencapai target dekarbonisasi sektor industri nasional.
Kawasan industri tidak lagi sekadar berfungsi sebagai pusat produksi, tetapi juga sebagai ekosistem yang mendorong efisiensi sumber daya, pengembangan infrastruktur bersama, pemanfaatan energi rendah karbon, serta pengelolaan lingkungan secara terpadu.
"Melalui pendekatan tersebut, pengelola kawasan, tenant, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan dapat bersama-sama mengidentifikasi peluang pengurangan emisi melalui peningkatan efisiensi energi, pemanfaatan energi rendah karbon, pembangunan infrastruktur bersama, hingga penguatan permintaan terhadap produk industri rendah emisi,” ujar Winardi.
Pernyataan itu disampaikan Winardi dalam Lokakarya Pembahasan Perkembangan Program Net Zero Industrial Precincts (NZIP) Fase 2 serta Rencana Tindak Lanjut Tahun 2026 yang digelar di Jakarta pada Selasa (1/7).
Baca Juga: Greenovation Dinilai jadi Solusi Rendah Karbon dan Efisiensi Energi di Sektor Pertambangan
Kegiatan itu menjadi forum yang mempertemukan pemerintah, pengelola kawasan industri, pelaku industri, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam mempercepat transformasi kawasan industri menuju rendah karbon.
Adapun PT IWIP terus memperkuat transformasi menuju kawasan industri rendah karbon untuk mendukung agenda dekarbonisasi nasional dan pencapaian target Net Zero Emission (NZE) sektor industri pada 2050.
Selain membangun PLTB berkapasitas 2 × 2,5 megawatt dan PLTS berkapasitas 15 megawatt, PT IWIP juga melakukan waste heat generation sekitar 90 megawatt untuk meningkatkan efisiensi energi, serta rehabilitasi kawasan mangrove sebagai bagian dari upaya penyerapan karbon.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi IWIP dalam Program Net Zero Industrial Precincts (NZIP), program yang diinisiasi oleh Kemenperin bersama Climateworks Centre yang mendorong pengembangan kawasan industri rendah karbon di Indonesia.
Program NZIP dilaksanakan dalam beberapa fase. Fase 1 (2024–2025) menghasilkan pemetaan kawasan industri potensial dan kerangka analisis sebagai dasar pengembangan kawasan industri rendah karbon. Untuk, Fase 2 (2025–2028) berfokus pada penyusunan jalur transisi dekarbonisasi, kajian sosial ekonomi, analisis pasar, dan pengembangan peluang investasi. IWIP menjadi salah satu kawasan industri yang berpartisipasi dalam implementasi NZIP Fase 2.
Sementara itu, Deputy General Manager Sustainable Development IWIP Deky Tetradiono mengatakan, implementasi Program NZIP menjadi momentum bagi IWIP untuk memperkuat pengembangan kawasan industri rendah karbon secara lebih terintegrasi.
"Melalui implementasi Program NZIP, IWIP dapat mengidentifikasi berbagai peluang pengurangan emisi secara lebih komprehensif di tingkat kawasan. Pendekatan ini memungkinkan pengembangan infrastruktur bersama, peningkatan efisiensi energi, serta kolaborasi yang lebih erat dengan tenant dan para pemangku kepentingan sehingga implementasi dekarbonisasi dapat berjalan lebih efektif," tambah Deky.
Transformasi ini diperkuat melalui penerapan konsep cleaner production dengan mengadopsi prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) serta pengembangan hilirisasi sesuai pohon industri untuk mendukung terciptanya ekonomi sirkular (circular economy).
Di tingkat kawasan, IWIP terus mengembangkan infrastruktur bersama, menerapkan standar lingkungan, serta memperkuat kolaborasi dengan tenant untuk meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya dan mendukung pengelolaan kawasan industri yang lebih berkelanjutan.
Melalui implementasi Program NZIP serta berbagai inisiatif dekarbonisasi yang dijalankan, IWIP berharap dapat mempercepat pengembangan kawasan industri rendah karbon sekaligus berkontribusi dalam penyusunan peta jalan dekarbonisasi kawasan industri di Indonesia.
Kolaborasi antara pemerintah, pengelola kawasan industri, tenant, dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan sektor industri nasional yang lebih berdaya saing, rendah emisi, dan berkelanjutan.