← Beranda
Di Tengah Sentimen Global, Transaksi Olein Tembus Rp 7 Triliun di JFX Sepanjang Juni 2026
Dimas ChoirulSabtu, 4 Juli 2026 | 03.29 WIB
KUNJUNGAN KE REDAKSI: Direktur Utama JFX, Yazid Kanca Surya menyerahkan plakat kepada Pemipin Redaksi JawaPos.com Edy Pramana yang didampingi Wakil Pemimpin Redaksi JawaPos.com Ilham Safutra saat berkunjung ke redaksi JawaPos.com di Graha Pena Jakarta pada Jumat (3/7). (JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Sentimen pasar global sepanjang Juni 2026 mendorong peningkatan aktivitas perdagangan sejumlah komoditas strategis di Jakarta Futures Exchange (JFX). 

Dalam laporan JFX, sektor Olein atau komoditas minyak kelapa sawit mencatatkan nilai lebih dari Rp 7,3 triliun. Sementara itu, perdagangan Timah Ekspor juga menunjukkan penguatan dengan nilai transaksi mencapai Rp 2,6 triliun, mencerminkan meningkatnya aktivitas pelaku pasar dalam merespons volatilitas harga melalui mekanisme bursa.

Direktur Utama Jakarta Futures Exchange (JFX), Yazid Kanca Surya, mengatakan peningkatan aktivitas perdagangan tersebut menunjukkan bahwa dinamika pasar global tidak selalu menjadi tekanan bagi pelaku usaha. Sebaliknya, perubahan harga yang terjadi justru membuka ruang bagi pelaku pasar untuk mengelola risiko sekaligus memanfaatkan peluang transaksi melalui bursa.

Perdagangan Timah Ekspor menjadi salah satu produk yang mencatatkan peningkatan signifikan pada paruh kedua Juni. Setelah sempat turun menjadi 300 ton pada periode 7-13 Juni, volume transaksi melonjak menjadi 795 ton pada pekan berikutnya dan kembali meningkat menjadi 1.280 ton pada periode 21-27 Juni.

Baca Juga: JFX Catat Aktivitas Perdagangan Produk Turunan Minyak Sawit Tumbuh 267 Persen sepanjang Mei 2026

Sejalan dengan itu, nilai transaksi naik dari Rp 297 miliar menjadi Rp 736 miliar, sebelum mencapai Rp 1,2 triliun pada pekan terakhir Juni. Menurut Yazid, peningkatan transaksi timah didorong oleh kombinasi faktor domestik maupun global.

"Dari sisi domestik, peningkatan transaksi didorong oleh keluarnya izin Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) dari beberapa smelter dengan volume yang cukup besar. Sementara itu, koreksi harga timah dunia dimanfaatkan oleh para pembeli internasional untuk memperoleh pasokan timah dari Indonesia," ujar Yazid saat bertandang ke redaksi JawaPos.com di Graha Pena Jakarta, pada Jumat (3/7).

la menambahkan, dari sisi fundamental, pasar timah global masih dipengaruhi oleh ketatnya pasokan akibat gangguan produksi di Myanmar serta meningkatnya permintaan dari industri teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Al) dan semikonduktor. Selain itu, rencana pembentukan Danantara Sumber Daya Indonesia yang akan mengambil peran dalam tata kelola ekspor komoditas juga mulai menjadi sentimen baru yang diperhatikan pelaku pasar.

Selain Timah, produk Olein juga menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten sepanjang Juni. Volume transaksi meningkat selama tiga pekan berturut-turut, dari 6,2 ribu lot pada awal Juni menjadi 27 ribu lot pada pekan terakhir Juni.

Seiring dengan itu, nilai transaksi bertumbuh dari Rp 1,3 triliun hingga mencapai Rp 2,8 triliun pada pekan terakhir Juni. Secara keseluruhan, transaksi Olein sepanjang Juni mencapai lebih dari Rp 7,3 triliun. Peningkatan transaksi Olein dipengaruhi oleh gejolak harga yang terjadi di pasar energi global.

"Redanya konflik antara Amerika Serikat dan Iran serta pulihnya jalur pelayaran melalui Selat Hormuz mendorong koreksi harga minyak mentah dunia sekitar 10 persen. Pergerakan tersebut turut mempengaruhi harga CPO dan olein, baik di pasar internasional maupun domestik," katanya.

Menurut Yazid, nasabah melihat gejolak harga Olein sebagai peluang yang dapat dimanfaatkan, baik untuk memperoleh manfaat dari pergerakan harga maupun sebagai bagian dari strategi lindung nilai terhadap risiko fluktuasi harga.

la juga menegaskan bahwa aktivitas perdagangan selama Juni memperlihatkan bahwa mekanisme bursa semakin relevan di tengah dinamika pasar komoditas global yang berlangsung cepat.

"Ketika volatilitas meningkat, kebutuhan pelaku usaha terhadap instrumen pengelolaan risiko juga ikut meningkat. Bursa memberikan mekanisme perdagangan yang transparan sehingga pelaku pasar memiliki fleksibilitas untuk merespons perubahan harga sekaligus mengelola eksposur risiko dengan lebih baik," kata Yazid.

Selain Timah dan Olein, sejumlah produk lain di JFX juga menunjukkan dinamika perdagangan yang menarik sepanjang Juni. Pada produk Penyaluran Amanat Luar Negeri (PALN), meskipun volume transaksi mengalami penyesuaian dibanding awal bulan, nilai transaksi kembali meningkat 67,4 persen pada pekan terakhir seiring kenaikan harga rata-rata transaksi sebesar 107,4 persen dibanding pekan sebelumnya.

Sementara itu, transaksi Emas Digital tetap bergerak dinamis sepanjang Juni. Produk Emas Digital Off Exchange sempat mencatat lonjakan aktivitas pada pertengahan bulan sebelum kembali menyesuaikan pada pekan terakhir, sedangkan transaksi Emas Digital On Exchange mengalami peningkatan pada pekan kedua sebelum kembali bergerak lebih stabil.

Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa masing-masing produk memiliki karakteristik yang berbeda dalam merespons perubahan sentimen pasar, sekaligus memberikan alternatif instrumen bagi pelaku usaha maupun investor sesuai kebutuhan dan strategi pengelolaan risikonya.

EDITOR: Mohamad Nur Asikin