JawaPos.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada Juni 2026 sebesar 127,65 atau turun sebesar 0,06 persen dibanding Mei 2026.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan penurunan NTP disebabkan oleh kenaikan indeks harga yang diterima petani lebih rendah dari indeks harga yang dibayar petani.
“Kenaikan indeks harga yang diterima petani sebesar 0,49 persen lebih rendah dari indeks harga yang dibayar petani yang naik 0,55 persen,” ujar Ateng dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/7).
Ateng mengatakan, BPS juga mencatat kenaikan rata-rata harga beras di setiap tingkatan pada bulan Juni 2026. Pada tingkat penggilingan, terjadi kenaikan sebesar 0,97 persen month to month (mtm), sementara tingkat grosir naik 0,82 persen dan eceran naik 0,45 persen.
Selain itu, ia mengatakan bahwa realisasi luas panen padi pada bulan Mei 2026 tercatat seluas 0,96 juta hektare atau turun 2,35 persen dibanding Mei 2025 seluas 0,98 juta hektare.
“Seiring penurunan luas panen, produksi padi turun 3,43 persen dari Mei 2025 5,09 juta ton GKG menjadi 4,92 juta ton GKG pada Mei 2026. Adapun jumlah produksi beras tercatat sekitar 2,84 juta ton, atau turun 3,43 persen dibanding Mei tahun lalu,” ujarnya.
Ia menjelaskan, potensi luas panen padi pada tiga bulan berikutnya pada Juni hingga Agustus 2026 diperkirakan mencapai 2,88 juta hektare atau naik 1,38 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Potensi produksi padi tiga bulan ke depan diperkirakan mencapai 14,61 juta ton GKG naik sebesar 1,18 persen, sementara produksi beras mencapai 8,42 juta ton naik sebesar 1,17 persen.
Ateng melanjutkan, BPS juga mencatat menyampaikan realisasi luas panen jagung pada bulan Mei 2026 yang mencapai 0,21 juta hektare atau naik 22,04 persen dibanding Mei 2025.
Produksi jagung pipilan kering kadar air 14 persen JPK KA 14 persen pada Mei 2026 mencapai 1,18 juta ton atau naik 19,79 persen dibanding Mei tahun lalu.
“Secara kumulatif, produksi JPK KA 14 persen pada bulan Januari-Mei 2026 mencapai 7,20 juta ton, naik tipis 2,80 persen dibanding Januari-Mei 2025,” ucapnya.