← Beranda
IHSG Berpotensi Menguat pada 22 Juni, Cermati Proyeksi Saham BUVA, EMAS, hingga GGRM
Djati WaluyoSenin, 22 Juni 2026 | 13.48 WIB
ILUSTRASI: Karyawan berada di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan kembali menguat pada perdagangan Senin (22/6), setelah ditutup menguat tipis sebesar 0,1 persen ke level 6,177 pada perdagangan Jumat (18/6).

Dalam analisisnya, MNC Sekuritas memperkirakan IHSG sedang berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 3 dari wave (C). Adapun penguatan IHSG akan berada di area 6,328 hingga 6,545.

Meski begitu, MNC Sekuritas juga mencermati adanya potensi koreksi terhadap IHSG pada area 6,127 hingga 6,161. Adapun level support berada di 5.784 dan 5,594, sedangkan level resistance berada di 6,286 dan 6,459.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Gemini 22 Juni 2026: Mulai dari Cinta, Karir, Kesehatan dan Keuangan

MNC Sekuritas merekomendasikan strategi Sell on Strength, Buy on Weakness, dan Trading Buy untuk beberapa saham pilihan. Adapun rekomendasi untuk Buy on Weakness berada pada saham PT Bukit Uluwatu Vila Tbk (BUVA),PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), dan PT Surya Eka Perkasa Tbk (ESSA).

MNC sekuritas memperkirakan BUVA menguat pada level 2,35 persen ke level 870 disertai adanya peningkatan volume pembelian. BUVA diperkirakan saat ini sedang berada di akhir wave A dari wave (A).

Investor disarankan melakukan Buy on Weakness di rentang 710-820 dengan target harga 1,115 dan 1,215, serta stoploss di bawah 685.

Kemudian untuk EMAS, diperkirakan akan menguat 3,17 persen ke level 7,325 disertai dengan munculnya volume beli yang kecil, pergerakannya masih mampu berada di atas MA20. Adapun, posisi EMAS saat ini sedang berada pada bagian awal wave [C] dari wave (B).

Baca Juga: Sukses di Dalam dan Luar Lapangan, Marc Klok Jadi Contoh Personal Branding Pesepak Bola Indonesia

Investor disarankan melakukan Buy on Weakness di rentang 7,125-7,300 dengan target harga 7,975 hingga 8,475, serta stoploss di bawah 7,000.

MNC Sekuritas memperkirakan ESSA akan terkoreksi sebesar 1,54 persen ke level 640, idominasi oleh tekanan jual, meskipun volume cenderung turun, namun pergerakannya berada di bawah MA20. Saat ini, posisi ESSA diperkirakan sedang berada pada bagian awal dari wave (B) dari wave [Y].

Investor disarankan melakukan Buy on Weakness di rentang 605-630 dengan target harga 710 dan 765, serta stoploss di bawah 585.

Sedangkan untuk strategi Trading Buy, dapat digunakan untuk saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM). MNC Sekuritas memperkirakan GGRM akan menguat 5,89 persen ke 16,625 disertai dengan tingginya volume pembelian, pergerakan GGRM pun mampu berada di atas MA20. posisi GGRM saat ini sedang membentuk bagian dari wave D dari wave (B) pada pola triangle.

Investor disarankan melakukan Trading Buy di rentang 16,125-16,575 dengan target harga 17,125 dan 17,300, serta stoploss di bawah 15,750.

EDITOR: Bintang Pradewo