← Beranda
Isu Strategis Ekonomi Minggu Ini: BI-Rate, Ketahanan Energi, dan Kinerja IHSG
Djati WaluyoMinggu, 21 Juni 2026 | 18.42 WIB
ILUSTRASI Ketahanan energi. (dok. PHE)

 

JawaPos.com - Dinamika ekonomi nasional sepanjang sepekan terakhir diwarnai oleh sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian pelaku usaha, investor, hingga masyarakat.

Adapun, dinamika tersebut tergambar dari langkah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan, persoalan pemadaman listrik di sejumlah daerah, hingga volatilitas harga minyak dunia akibat tensi geopolitik yang belum sepenuhnya mereda.

1. Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Acuan

Bank Indonesia memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang masih tertekan akibat ketidakpastian global serta memastikan inflasi tetap berada dalam sasaran pemerintah.

Kenaikan suku bunga ini menunjukkan fokus BI pada stabilitas makroekonomi di tengah meningkatnya risiko eksternal.

2. Permasalahan Pemadaman Listrik dan Pasokan Batu Bara

Isu ketenagalistrikan menjadi sorotan utama pekan ini. JawaPos menyoroti adanya kekurangan pasokan batu bara untuk PLTU yang memicu kekhawatiran terhadap potensi pemadaman bergilir.

PLN menjelaskan bahwa sebagian gangguan disebabkan masalah teknis pada sistem dan trafo gardu induk, sementara pemerintah juga menghadapi tantangan menjaga pasokan energi primer bagi pembangkit listrik.

3. Volatilitas Harga Minyak Dunia

Pergerakan harga minyak dunia menjadi perhatian karena dipengaruhi ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Fluktuasi harga minyak memunculkan kekhawatiran terhadap biaya energi, inflasi, dan beban fiskal pemerintah. Di sisi lain, ketika tensi geopolitik mereda, harga minyak kembali terkoreksi sehingga memberikan ruang bagi stabilitas ekonomi dan pasar keuangan domestik.

4. Rupiah Masih Menghadapi Tekanan

Meskipun fundamental ekonomi domestik relatif terjaga, nilai tukar rupiah masih menghadapi tekanan akibat penguatan dolar AS dan ketidakpastian global.

Sejumlah ekonom menilai BI masih memiliki ruang untuk mengambil langkah lanjutan guna menjaga stabilitas kurs apabila tekanan eksternal terus berlanjut.

Baca Juga: IHSG Berpotensi Menguat, MNC Sekuritas Rekomendasikan Empat Saham Ini

5. Sentimen Pasar dan Prospek IHSG

Di tengah berbagai tantangan tersebut, pasar modal menunjukkan optimisme. IHSG diperkirakan masih memiliki peluang melanjutkan penguatan seiring membaiknya sentimen investor dan ekspektasi terhadap stabilitas ekonomi nasional. Namun investor tetap diminta mencermati perkembangan suku bunga, nilai tukar, dan kondisi geopolitik global.

 

EDITOR: Kuswandi