JawaPos.com - Akses terhadap peluang ekonomi yang setara masih menjadi pekerjaan rumah di Indonesia.
Hal itu terutama bagi penyandang disabilitas yang ingin mengembangkan usaha mandiri.
Selain tantangan dalam memperoleh pekerjaan formal, keterbatasan akses terhadap pelatihan, pendidikan, dan pendampingan usaha juga masih menjadi hambatan dalam membangun kemandirian finansial.
Menjawab kondisi tersebut, PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) menghadirkan program MPM BISA (Bisnis Inklusif Siap Aksi) yang ditujukan bagi wirausaha penyandang disabilitas.
GM Corporate Communication & Sustainability MPMX Natalia Lusnita mengatakan program ini dirancang untuk membuka akses pengetahuan dan pengembangan kapasitas usaha.
“Kami ingin mengambil bagian dalam meningkatkan kapasitas teman-teman penyandang disabilitas pelaku UMKM melalui berbagi pengetahuan terkait literasi usaha dan pengembangan bisnis,” ujarnya.
Program tersebut merupakan pengembangan dari Life Skill Training Center (LSTC), inisiatif pemberdayaan ekonomi MPMX yang telah berjalan sejak 2015.
Awalnya, LSTC difokuskan untuk memenuhi kebutuhan tenaga mekanik, kemudian berkembang dengan membuka akses kemitraan pengemudi di sektor transportasi dan memberikan edukasi literasi keuangan kepada berbagai kelompok masyarakat.
Tahun ini, cakupan program diperluas dengan menyasar penyandang disabilitas, khususnya kelompok teman netra dan teman daksa.
MPMX menggandeng Mien R. Uno Foundation sebagai mitra pelaksana untuk menjalankan program yang melibatkan 30 peserta terpilih melalui proses seleksi administrasi dan wawancara.
Para peserta akan mendapatkan pembekalan mengenai literasi keuangan, manajemen risiko finansial, keamanan digital, etika digital, penguatan kepercayaan diri, hingga pendampingan usaha.
Materi tersebut disiapkan untuk membantu peserta memahami pengelolaan usaha secara lebih efektif sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi perkembangan ekosistem digital.
“Kami percaya setiap pelaku usaha memiliki potensi yang besar, dan akses terhadap pengetahuan dapat menjadi salah satu kunci untuk membuka peluang tersebut,” lanjut Natalia.
Rangkaian MPM BISA berlangsung selama tiga bulan, dimulai dari proses rekrutmen pada Mei 2026 dan dijadwalkan berakhir pada Juli 2026. Program mencakup pelatihan, sesi enrichment, mentoring, penjurian, pemberian hibah, hingga pelaporan hasil program.
Sebagai bagian dari kegiatan tersebut, pelatihan tatap muka digelar pada 9-10 Juni 2026. Seluruh peserta mengikuti berbagai kelas edukasi yang membahas pengelolaan keuangan usaha, mitigasi risiko finansial, keamanan digital, serta etika dalam menjalankan bisnis.
Menariknya, sejumlah karyawan MPMX juga terlibat langsung sebagai fasilitator dan trainer. Mereka berbagi pengalaman serta pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan peserta, sekaligus mendampingi selama proses pelatihan berlangsung.
Untuk mendukung pengembangan usaha peserta, MPMX juga menyiapkan dana hibah bagi tiga peserta terbaik.
Baca Juga: Olahraga Jadi Jembatan Mendorong Kesetaraan bagi Anak Penyandang Disabilitas
Penerima hibah akan ditentukan melalui proses penilaian yang mempertimbangkan komitmen, konsistensi, serta kemampuan peserta dalam menerapkan materi pelatihan ke dalam rencana pengembangan usahanya. (*)