JawaPos.com - Kinerja ekspor Indonesia terus menunjukkan tren positif. Data Kementerian Perdagangan (Kemendag) pada April 2026, nilai ekspor Indonesia tercatat mencapai 25,30 miliar dolar Amerika Serikat.
Secara kumulatif Januari hingga April 2026 total ekspor Indonesia sudah mencapai 92,15 miliar dolar Amerika Serikat. Angka ini tumbuh 5,48 persen dibandingkan periode sama tahun 2025.
Ini menunjukkan kinerja ekspor Indonesia masih terus bergerak positif. Sektor industri pengolahan masih menjadi penopang utama ekspor nasional dengan kontribusi terbesar mencapai 82,01 persen.
Angka ini diharapkan naik seiring kebijakan pemerintah Presiden Prabowo Subianto yang fokus menggenjot ekspor berbagai komoditas Sumber Daya Alam (SDA).
Seiring peningkatan ekspor, berbagai langkah strategis dilakukan pemerintah untuk menggenjot peluang ekspor.
Salah satunya, Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BBPPMT) Yogyakarta membekali pegawai dan calon penggerak transmigrasi. Mereka mendapat pelatihan literasi digital dan pengenalan bisnis ekspor.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai serta peserta Peningkatan Kapasitas Transmigran Penggerak Angkatan III dan IV Tahun 2026.
Mengingat media sosial kini menjadi kanal strategis komunikasi publik, peserta dibekali kemampuan memanfaatkan platform digital secara bijak dan produktif.
“Melalui kegiatan pengembangan kompetensi ini, kami berharap setiap pegawai bisa berinovasi dan memiliki bekal wawasan yang luas agar dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Di era transformasi, hal ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban, melainkan investasi jangka panjang”, jelas Kepala BBPPMT Yogyakarta, Tunggak Santosa, di Sleman, dikutip Selasa (9/6).
Konten kreator dari kanal YouTube Asian Survivor sekaligus putra transmigran asal Kalimantan Utara, Revaival, berkesempatan menjadi pemateri. Ia berbagi pengalaman dalam mengembangkan media sosial hingga memiliki ratusan ribu pengikut.
Asian Survivor merupakan kanal YouTube edukatif yang menyajikan visual kehidupan serta budaya masyarakat di kawasan Asia Tenggara.
Melalui video informatifnya, Asian Survivor mengajak viewers menyelami keragaman yang ada di tengah masyarakat, termasuk kehidupan kawasan transmigrasi.
Selain berfokus pada pembekalan literasi digital, kegiatan yang diselenggarakan Senin, 8 Juni 2026 ini jadi wadah untuk memahami seluk-beluk dunia ekspor. "Peserta diajarkan tentang bagaimana tata cara serta tahapan dalam menjalankan bisnis ekspor.
Mulai dari mengenal negara tujuan ekspor, komoditas unggulan, shipper, buyer, perusahaan logistik, lembaga keuangan, serta instansi pemerintah terkait.
Kegiatan ini menghadirkan praktisi eksportir handycraft CV. Pondok Daun Bantul, Slamet Prihadi Sudarsono sebagai narasumber," kata Tunggak.
Selama kegiatan berlangsung, peserta tidak hanya mendapat materi teoritis tetapi juga dilibatkan dalam diskusi interaktif. Ke depannya, BBPPMT Yogyakarta terus menjadikan program pelatihan dan pengembangan kapasitas ini sebagai agenda rutin.
Langkah ini diharapkan dapat mencetak agent of change (agen perubahan) yang memberi dampak positif bagi kemajuan institusi dan meningkatkan kepuasan masyarakat.