← Beranda
BCA Bantah Isu Kebocoran Data Nasabah, Klaim Sistem Aman dan Tidak Diretas
Rian AlfiantoSabtu, 23 Mei 2026 | 01.04 WIB
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)

 

JawaPos.com - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) membantah keras isu kebocoran data nasabah yang ramai diperbincangkan di media sosial dan forum dark web dalam beberapa hari terakhir.

Perseroan memastikan tidak ada data nasabah yang bocor dari sistem internal perusahaan.

Pernyataan resmi ini disampaikan BCA setelah muncul klaim di media sosial terkait dugaan penjualan jutaan data yang disebut berkaitan dengan layanan BCA Mobile.

Isu tersebut sempat memicu kekhawatiran publik mengenai keamanan transaksi digital dan perlindungan data perbankan.

Baca Juga: Heboh Dugaan 4,9 Juta Data Nasabah BCA Bocor di Dark Web

Dalam keterangannya, BCA menegaskan bahwa informasi mengenai kebocoran data tersebut tidak benar.

“Sehubungan dengan informasi di media sosial yang menyebutkan adanya kebocoran data BCA, dapat kami sampaikan bahwa informasi tersebut TIDAK BENAR,” jelas Hera F. Haryn, EVP Corporate Communication & Social Responsibility melalui keterangannya.

BCA mengaku telah melakukan investigasi menyeluruh untuk memastikan keamanan sistem dan data nasabah. Hasil penelusuran internal menunjukkan tidak ditemukan adanya kebocoran data dari sistem perseroan.

“Kami telah melakukan investigasi menyeluruh dan memastikan TIDAK ADA kebocoran data dari sistem BCA. Kami memastikan bahwa data nasabah tetap aman,” lanjut pernyataan tersebut.

BCA Klaim Gunakan Sistem Keamanan Berlapis

Di tengah meningkatnya ancaman siber terhadap industri keuangan digital, BCA menyebut terus memperkuat sistem perlindungan data melalui penerapan standar keamanan berlapis dan mitigasi risiko secara berkelanjutan.

Menurut perusahaan, langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan data sekaligus memastikan transaksi digital nasabah tetap terlindungi dari berbagai potensi ancaman siber.

“BCA selalu melakukan pengamanan data dengan menerapkan strategi dan standar keamanan berlapis, serta mitigasi risiko yang diperlukan untuk menjaga keamanan data dan transaksi digital nasabah,” jelas manajemen.

Pihak bank juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap berbagai modus penipuan digital yang mengatasnamakan BCA. Nasabah diminta tidak sembarangan membagikan data pribadi maupun informasi rahasia perbankan.

Baca Juga: Purbaya Minta Pemain Valas Jual Dolar, Yakin Rupiah Bisa Menguat ke Rp 15.000 pada Juni 2026

BCA menegaskan bahwa informasi sensitif seperti BCA ID, password, One Time Password (OTP), dan Personal Identification Number (PIN) tidak boleh diberikan kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai petugas bank.

Selain itu, nasabah juga dianjurkan untuk rutin mengganti PIN dan password guna meningkatkan keamanan akun perbankan digital mereka.

Sebelumnya, isu dugaan kebocoran data ini mencuat setelah akun pemantau ancaman siber di platform X mengunggah klaim adanya penjualan dataset yang disebut terkait dengan layanan BCA Mobile di forum dark web.

EDITOR: Sabik Aji Taufan