← Beranda
Kemnaker Sebut K3 Harus Jadi Budaya di Dunia Kerja, GEM Perkuat Standar K3 dan APD Demi Keselamatan Pekerja
AntaraMinggu, 17 Mei 2026 | 17.57 WIB
GEM Indonesia bangun budaya sadar K3 melalui berbagai program pelatihan rutin, simulasi tanggap darurat, hingga edukasi penggunaan APD. (Istimewa)

 

JawPos.com - Kemnaker terus mendorong kepatuhan terhadap regulasi K3, menjadi budaya kerja yang melekat di setiap tempat kerja. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menekankan pentingnya kesadaran Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai budaya yang diterapkan di dunia kerja.

”Penguatan kompetensi Ahli K3 pun menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi dunia kerja yang semakin dinamis dan berisiko tinggi,” ujar Yassierli seperti dilansir dari Antara.

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggelar Evaluasi Pembinaan dan Sertifikasi Ahli K3 Umum Tahap 2 yang diikuti 2.100 peserta dari berbagai daerah di Indonesia pada 12–13 Mei 2026. Kegiatan itu diselenggarakan bersama Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PJK3), menjadi langkah strategis Kemnaker untuk memperkuat kompetensi calon Ahli K3 dalam mendorong budaya kerja yang aman, sehat, dan produktif di tempat kerja.

Baca Juga: Tagihan Listrik Naik? Simak Fakta dan Cara Atur Konsumsi Listrik PLN agar Bisa Menghemat

GEM Co., Ltd. melalui unit usahanya di Indonesia menegaskan komitmen dalam memperkuat penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di seluruh area operasional perusahaan. Penguatan tersebut dilakukan sebagai bentuk perlindungan maksimal bagi para pekerja sekaligus tanggung jawab perusahaan terhadap keluarga karyawan.

CEO PT QMB New Energy Materials Mr. Pan Hua mengatakan, sebagai perusahaan yang bergerak di bidang energi baru dan daur ulang sumber daya, GEM menempatkan keselamatan kerja sebagai prioritas utama dalam menjalankan aktivitas industri. Perusahaan memastikan seluruh distribusi dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi pekerja telah memenuhi standar industri serta regulasi yang berlaku.

Selain itu, lanjut dia, perusahaan juga rutin melakukan audit keselamatan, inspeksi lapangan, dan evaluasi berkala terhadap implementasi prosedur K3 di lingkungan kerja. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan seluruh pekerja mendapatkan perlindungan yang layak saat menjalankan aktivitas operasional perusahaan.

Baca Juga: Rupiah Semakin Melemah, Waspada Desa Berpotensi Dibanjiri Korban PHK

”Tak hanya memperkuat fasilitas keselamatan kerja, GEM Indonesia juga terus membangun budaya sadar K3 melalui berbagai program pelatihan rutin, simulasi tanggap darurat, hingga edukasi penggunaan APD bagi pekerja maupun mitra kerja,” terang Pan Hua.

Dia mengatakan, perusahaan menilai penerapan K3 bukan sekadar memenuhi kewajiban regulasi, melainkan bagian dari penghormatan terhadap nilai kemanusiaan dan keberlangsungan keluarga para pekerja.

”Bagi kami, K3 adalah investasi kemanusiaan. Kami ingin memastikan setiap karyawan pulang dengan selamat untuk bertemu keluarga mereka. Ini adalah prioritas yang tidak bisa ditawar,” ujar Pan Hua.

Menurut Pan Hua, perusahaan akan terus memperkuat sistem manajemen keselamatan kerja seiring perkembangan industri dan peningkatan kapasitas operasional perusahaan. Keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari capaian produksi, tetapi juga kemampuan menjaga keselamatan seluruh pekerja di setiap lini operasional.

Sebagai perusahaan teknologi daur ulang dan material energi baru, lanjut dia, pihaknya terus mengembangkan ekosistem industri berbasis teknologi ramah lingkungan dan praktik operasional berstandar internasional di Indonesia.

Melalui berbagai proyek strategis pengolahan material energi baru, perusahaan berharap dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan sekaligus mendukung terciptanya industri hijau yang aman, bertanggung jawab, dan berkelanjutan di Indonesia.

Baca Juga: OJK Ungkap Laba Industri Asuransi Jiwa Rp7,85 Triliun per Maret 2026

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah