← Beranda
BP BUMN Minta Maaf atas Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur
R. Nurul Fitriana PutriSelasa, 28 April 2026 | 18.42 WIB
Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria turun langsung meninjau lokasi kejadian tabrakan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek pada Selasa (28/4) dini hari.

 

JawaPos.com – Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria turun langsung meninjau lokasi kejadian tabrakan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek pada Selasa (28/4) dini hari.

Dony tiba di lokasi sekitar pukul 00.00 WIB bersama Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco dan Utusan Presiden Prabowo, yakni Raffi Ahmad. Kehadiran mereka bertujuan menyampaikan duka cita sekaligus memastikan proses evakuasi korban berjalan optimal.

“Atas nama pribadi maupun atas nama pemerintah, BP BUMN serta Danantara, kami mengucapkan duka yang mendalam dan permohonan maaf yang setulus-tulusnya atas musibah yang terjadi,” ujar Dony kepada awak media di lokasi kejadian.

Ia menegaskan bahwa arahan presiden sangat jelas keselamatan masyarakat merupakan prioritas tertinggi. Karena itu, seluruh sumber daya kini difokuskan untuk penanganan korban, khususnya layanan medis.

“Fokus utama kami saat ini bukan hanya pemulihan operasional jalur, tetapi memastikan setiap individu yang terdampak mendapatkan penanganan yang paling cepat dan terbaik,” tegasnya.

Dalam peninjauan tersebut, Dony dan Dasco juga berdialog langsung dengan petugas lapangan guna memastikan proses evakuasi berjalan sesuai prosedur dan tanpa hambatan berarti.

Koordinasi intensif dengan tim teknis terus dilakukan. Menutup keterangannya, Dony kembali menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas insiden tersebut.

“Sekali lagi kami memohon maaf atas ketidaknyamanan dan musibah ini. Keselamatan dan kepercayaan masyarakat adalah prioritas mutlak yang tidak bisa ditawar,” tutupnya.

Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta menyampaikan bahwa telah terjadi gangguan perjalanan kereta api di wilayah Bekasi Timur, tepatnya di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920 pada Senin (27/4) pukul 20.52 WIB.

Gangguan tersebut terjadi akibat peristiwa tertempernya PLB 5568A (CL KPB-CKR) oleh PLB 4B (KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi) di lokasi kejadian, yang berdampak pada operasional perjalanan kereta api di lintas tersebut.

Berdasarkan data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia. Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan.

Penanganan korban dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

EDITOR: Estu Suryowati