← Beranda
Adhi Karya Dapat Kontrak Baru Rp 18,1 Triliun di 2025, Proyek Gedung Jadi Andalan!
Ryandi ZahdomoMinggu, 12 April 2026 | 04.11 WIB
Jalan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulonprogo. (dok ADHI untuk JawaPos)

JawaPos.com - PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) menutup 2025 dengan kinerja impresif, membukukan kontrak baru Rp18,1 triliun hingga akhir tahun.

Capaian ini menegaskan posisi ADHI sebagai salah satu pemain kunci sektor infrastruktur nasional, di tengah proses penyehatan BUMN Karya.

Lini bisnis engineering & konstruksi masih menjadi mesin uang utama ADHI dengan kontribusi mencapai 91 persen. Disusul kemudian oleh sektor manufaktur (5 persen), properti & hospitality (3 persen), serta investasi & konsesi (1 persen).

Jika dibedah berdasarkan jenis pekerjaannya, proyek gedung menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 43 persen. Sementara itu, proyek infrastruktur sumber daya air menyumbang 15 persen, serta pengerjaan jalan dan jembatan sebesar 14 persen.

Produksi Capai Belasan Triliun Rupiah

Sepanjang operasional tahun 2025, total produksi ADHI tercatat menyentuh angka Rp16,6 triliun. Pendapatan ini bersumber dari usaha non-joint operation (non-JO) sebesar Rp9,7 triliun dan proyek joint operation (JO) senilai Rp462 miliar.

Beberapa proyek strategis nasional yang menjadi pendorong utama capaian ini meliputi Jalan Tol Yogyakarta–Bawen, Jalan Tol Yogyakarta–Solo–Kulon Progo dan Proyek PUSRI III-B.

Fokus Penguatan Bisnis Inti dan Penataan Aset

Corporate Secretary ADHI Rozi Sparta menjelaskan, perusahaan kini tengah fokus meningkatkan kualitas bisnis dengan memperkuat sektor konstruksi sebagai bisnis inti. Strategi ini mencakup inovasi proses bisnis serta langkah streamlining, termasuk divestasi yang terukur.

"Strategi ini juga sejalan dengan arah kebijakan yang dicanangkan oleh Danantara sebagai Holding Operasional," ujar Rozi, Sabtu (11/4).

Langkah ini juga menjadi bagian dari program penyehatan BUMN Karya di bawah komando Danantara selaku pemegang saham mayoritas. ADHI melakukan penataan menyeluruh terhadap kualitas aset dan pencadangan di seluruh lini usaha agar kondisi keuangan perusahaan tetap sehat dan transparan.

Upaya tersebut memastikan neraca perseroan mencerminkan situasi bisnis yang faktual dan prudent, sekaligus menjadi fondasi kuat untuk langkah strategis ADHI di masa depan.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra