← Beranda
Strategi Investasi saat Bear Market Kripto, Cara Bertahan dan Cari Peluang di Tengah Harga Turun
Rian AlfiantoJumat, 10 April 2026 | 23.04 WIB
Ilustrasi aset digital cryptocurrency atau kripto. (Wealth Professional)

 

JawaPos.com–Penurunan harga aset kripto kembali terjadi dalam beberapa waktu terakhir, memicu kekhawatiran di kalangan investor, terutama pemula. Fase ini dikenal sebagai bear market kripto, yaitu periode ketika harga aset digital turun signifikan dalam waktu yang cukup panjang.

Dalam kondisi seperti ini, banyak investor cenderung panik dan menjual asetnya. Padahal, bagi investor berpengalaman, bear market justru menjadi momen penting untuk menyusun strategi dan mencari peluang investasi jangka panjang.

Mengutip laman Pintu, secara umum, bear market terjadi setelah harga aset mencapai titik tertinggi (all-time high/ATH) dan mengalami koreksi. Penurunan ini bisa dipicu berbagai faktor, mulai dari kondisi ekonomi global, kebijakan suku bunga, hingga sentimen pasar.

Baca Juga: TCL Bermitra dengan INFORMA Rilis TV A400 Pro NXT Vision di Indonesia, Usung Teknologi QD-Mini LED

Pasar kripto sendiri dikenal memiliki siklus, yang sering dikaitkan dengan momen Bitcoin halving, peristiwa berkurangnya imbalan bagi penambang yang terjadi setiap sekitar empat tahun. Dalam siklus tersebut, fase penurunan biasanya diikuti periode pemulihan hingga kembali mencetak rekor harga baru.

Di tengah kondisi ini, ada sejumlah strategi yang bisa dilakukan agar investor tidak hanya bertahan, tetapi juga tetap memiliki peluang keuntungan. Salah satu langkah awal adalah bersabar dalam menentukan aset dan harga beli.

Investor disarankan menyusun daftar aset yang memiliki fundamental kuat, lalu menentukan target harga masuk secara bertahap. Pendekatan ini membantu menghindari keputusan impulsif saat pasar bergejolak.

Baca Juga: Anak Muda Kuasai Pasar Kripto, OJK Ingatkan Bahaya FOMO dan Minimnya Literasi

Selain itu, menjaga modal menjadi prioritas utama. Strategi Dollar-Cost Averaging (DCA), yaitu membeli aset secara rutin dalam jumlah tetap, dinilai efektif untuk mengurangi risiko fluktuasi harga. Dengan metode ini, harga beli rata-rata cenderung lebih stabil dibandingkan membeli sekaligus dalam jumlah besar.

Sebagai ilustrasi, investor yang membeli Bitcoin secara bertahap sepanjang periode penurunan biasanya mengalami risiko kerugian lebih kecil dibandingkan mereka yang langsung membeli di harga puncak.

Fokus pada fundamental aset juga penting. Bear market sering kali menjadi ujian bagi proyek kripto, di mana hanya aset dengan utilitas jelas dan dukungan kuat yang mampu bertahan. Dalam hal ini, Bitcoin masih menjadi pilihan utama banyak investor karena likuiditas tinggi dan rekam jejak pemulihannya.

Di sisi lain, fase ini juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pemahaman. Investor dapat mempelajari analisis teknikal, fundamental, hingga memahami pengaruh faktor global seperti inflasi dan kebijakan moneter terhadap pasar kripto.

Bagi trader berpengalaman, ada pula strategi seperti short selling yang memungkinkan memperoleh keuntungan saat harga turun. Namun, strategi ini memiliki risiko tinggi dan umumnya lebih cocok untuk investor yang sudah memahami mekanisme pasar secara mendalam.

Pada akhirnya, bear market bukan sekadar periode penurunan harga, melainkan fase penting untuk membangun strategi, memperkuat analisis, dan mempersiapkan diri menghadapi siklus kenaikan berikutnya.

Baca Juga: Dari Tambang ke Perikanan, Inisiatif NHM Perkuat Kemandirian Ekonomi Desa Soahukum

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah