JawaPos.com - Penyaluran bantuan sosial (bansos) di Indonesia akan semakin cepat dan efisien. Kementerian Sosial (Kemensos) resmi menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mempercepat jadwal pembaruan data penerima manfaat.
Terdapat perubahan skema pembaruan data dan target penyaluran bansos PKH serta Program Sembako tahun 2026.
Jadwal Pembaruan Data Maju ke Tanggal 10
Kabar baik bagi penerima manfaat, siklus pembaruan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) kini dipercepat. Jika sebelumnya data diterima setiap tanggal 20 per triwulan, mulai April 2026 data akan diterima lebih awal.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menjelaskan bahwa percepatan ini bertujuan agar penyaluran bansos setiap bulannya menjadi lebih tepat waktu dan tepat sasaran.
Baca Juga: 223 Site Terdampak, Kini 100 Persen Jaringan Telekomunikasi Sulut Sudah Pulih
"Biasanya data (DTSEN) itu kita terima pada tanggal 20 di setiap triwulan I, triwulan II, dan triwulan III. Tapi alhamdulillah ini kita majukan untuk kita terima tanggal 10, nanti 10 April dan seterusnya. Jadi setiap tanggal 10 nanti kami terima dan hasil pemutakhiran itu yang akan kami jadikan pedoman untuk menyalurkan bansos setiap bulannya," ujar Gus Ipul belum lama ini.
Target Penyaluran Bansos Triwulan II Lebih Maksimal
Dengan diterimanya data lebih awal, Kemensos memiliki waktu lebih panjang untuk memproses distribusi. Hal ini diharapkan mampu mendongkrak persentase realisasi penyaluran kepada masyarakat.
"Dengan waktu yang lebih banyak untuk penyaluran, kita harapkan ya prosentase penyalurannya terus meningkat," tambah Gus Ipul.
Sebagai catatan, performa penyaluran bansos pada triwulan I 2026 menunjukkan tren positif dengan angka mencapai lebih dari 96 persen untuk PKH dan Program Sembako.
Skema Penyaluran dan Fokus Pemberdayaan
Pemerintah tetap menggunakan dua jalur utama dalam mendistribusikan bantuan, yaitu melalui bank milik negara (Himbara) dan PT Pos Indonesia. Untuk periode April, Mei, dan Juni, Kemensos memastikan kualitas data DTSEN akan semakin solid.
Selain memastikan bantuan sampai ke tangan yang tepat, Gus Ipul juga menekankan pentingnya kemandirian ekonomi bagi para penerima manfaat melalui program pemberdayaan.
"Kami mengajak secara bertahap mari kita juga ikut dalam program pemberdayaan sosial sehingga keluarga-keluarga penerima manfaat ke depan akan lebih mandiri sebagaimana harapan dari Bapak Presiden Prabowo Subianto," tuturnya.
Di sisi lain, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menegaskan pihaknya tengah melakukan konsolidasi data agar DTSEN versi triwulan II 2026 siap digunakan sebagai basis penyaluran.