JawaPos.com–Lonjakan mobilitas masyarakat saat musim mudik Lebaran tidak hanya berdampak pada sektor transportasi, tetapi juga memengaruhi cara keluarga mengatur perencanaan keuangan. Tahun ini, Kementerian Perhubungan memprediksi sekitar 143,91 juta masyarakat Indonesia akan melakukan perjalanan selama periode Idul Fitri 2026.
Pergerakan manusia dalam skala besar tersebut membuat banyak keluarga harus mempersiapkan berbagai kebutuhan. Mulai dari biaya perjalanan, kesehatan selama perjalanan, hingga perlindungan terhadap risiko yang mungkin terjadi.
Selain biaya mudik yang cenderung meningkat setiap tahun, sejumlah keluarga juga mulai mempertimbangkan aspek perlindungan finansial sebagai bagian dari perencanaan jangka panjang. Risiko perjalanan yang lebih tinggi selama periode mudik menjadi salah satu faktor yang mendorong kesadaran masyarakat untuk menata kembali strategi keuangan keluarga.
Baca Juga: Arus Kendaraan di Pantura Jawa Barat Terus Meningkat Jelang Puncak Mudik
Survei yang dilakukan FWD Group menunjukkan lebih dari 70 persen responden kelas menengah di Asia mengaku mengalami kecemasan terkait kesejahteraan finansial. Kondisi tersebut dinilai dapat menghambat masyarakat dalam melakukan perencanaan keuangan jangka panjang secara lebih matang.
Chief of Agency PT FWD Insurance Indonesia Ang Tiam Kit mengatakan, momentum Ramadhan sering dimanfaatkan banyak keluarga untuk melakukan refleksi. Termasuk dalam hal kesiapan finansial.
Menurut dia, meningkatnya mobilitas masyarakat selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri membuat kebutuhan terhadap perlindungan finansial semakin relevan.
Baca Juga: Komunitas Soroti Misinformasi Vape di Tengah Perdebatan Risiko Produk Tembakau Alternatif
”Ramadan dan Idulfitri adalah momen yang sangat berarti bagi keluarga Indonesia. Di tengah meningkatnya mobilitas dan berbagai persiapan menyambut hari raya, perlindungan jiwa menjadi bagian penting dalam perencanaan keluarga,” kata Ang dalam keterangan tertulis, Senin (16/3).
Dia menilai perlindungan finansial dapat menjadi salah satu instrumen yang membantu keluarga mengantisipasi risiko tak terduga, terutama saat aktivitas perjalanan meningkat.
Sejalan dengan kebutuhan tersebut, FWD Insurance melalui unit usaha syariah menghadirkan produk perlindungan jiwa berbasis syariah yang dirancang untuk memberikan fleksibilitas dalam perencanaan finansial keluarga.
Produk tersebut memberikan pilihan perlindungan dengan masa asuransi hingga 25 tahun serta manfaat santunan apabila terjadi risiko meninggal dunia selama masa perlindungan, termasuk risiko akibat kecelakaan.
Selain itu, tersedia pula opsi manfaat akhir masa asuransi yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai tujuan keuangan keluarga, seperti pendidikan anak, persiapan dana pensiun, rencana ibadah, maupun sebagai bagian dari perencanaan warisan.
Ang menambahkan bahwa pendekatan berbasis syariah juga menjadi pertimbangan bagi sebagian masyarakat yang ingin memastikan perencanaan finansial mereka dikelola sesuai prinsip keuangan Islam yang transparan dan berkeadilan.
Baca Juga: Tren Tokenisasi Aset Kripto Meningkat, Investor Indonesia Mulai Lirik Saham Global Versi Blockchain
”Melalui solusi perlindungan berbasis syariah, kami berharap keluarga Indonesia dapat menjalani momen kebersamaan dengan lebih tenang sekaligus tetap menjaga keberlanjutan perencanaan finansialnya,” lanjut Ang Tiam Kit.
Meningkatnya perhatian masyarakat terhadap perlindungan finansial dinilai menjadi bagian dari perubahan pola pengelolaan keuangan keluarga di tengah dinamika ekonomi dan mobilitas yang semakin tinggi.
Momentum Ramadhan dan Idul Fitri pun kerap menjadi waktu bagi banyak keluarga untuk meninjau kembali prioritas keuangan mereka. Mulai dari pengeluaran jangka pendek hingga strategi perlindungan finansial untuk masa depan.
Baca Juga: Polresta Bandung Selidiki 13 Kios Ambruk di Pasar Bersih Soreang