← Beranda
Ibu Rumah Tangga sebagai Menteri Keuangan Keluarga: 5 Strategi Bijak Mengatur Keuangan di Bulan Ramadhan
Nanda PrayogaSenin, 16 Maret 2026 | 02.10 WIB
Di saat aktivitas meningkat, pengeluaran rumah tangga pun ikut bertambah karena harga bahan pokok dan kebutuhan Idulfitri biasanya naik. (Istimewa)

JawaPos.com - Di banyak keluarga, datangnya Ramadhan justru membuat peran ibu semakin menonjol. Mulai dari mengatur hidangan sahur dan berbuka, berbelanja kebutuhan dapur, menyiapkan uang baru untuk Lebaran, hingga memastikan seluruh kebutuhan anak tetap terpenuhi.

Di saat aktivitas meningkat, pengeluaran rumah tangga pun ikut bertambah karena harga bahan pokok dan kebutuhan Idulfitri biasanya naik.

Jika tidak diatur dengan baik, kondisi ini dapat membuat anggaran rumah tangga mudah terganggu. Oleh karena itu, Ramadhan bisa menjadi waktu yang tepat bagi ibu untuk kembali menata strategi pengelolaan keuangan keluarga.

Baca Juga: Jadwal Adzan Maghrib, Shalat, dan Imsak 15-20 Maret 2026 di Kota Surabaya dan Sekitarnya

Studi Sun Life Women’s Wealth in Focus: When Care Comes First menunjukkan bahwa sekitar setengah perempuan di Indonesia mengelola keuangan rumah tangga sehari-hari secara mandiri. Namun, hanya sebagian kecil yang merasa benar-benar siap menghadapi risiko finansial yang datang tiba-tiba.

"Melalui prinsip tolong-menolong (tabarru'), peserta saling membantu menghadapi risiko kehidupan secara transparan dan sesuai prinsip syariah. Karena tujuan THR bukan hanya membuat Lebaran terasa meriah, tetapi membantu keluarga tetap tenang setelahnya,” kata Maika Randini, Chief Marketing Officer Sun Life Indonesia dalam keterangannya.

Sun Life Syariah sendiri diakui hadir sebagai mitra yang mendampingi keluarga Indonesia dalam merencanakan perlindungan finansial secara lebih tenang, sekaligus selaras dengan nilai-nilai syariah.

Agar kondisi keuangan tetap terjaga, ibu dapat menerapkan beberapa langkah berikut.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Buah yang Dapat Membantu Menjaga Kesehatan Usus dan Melancarkan Pencernaan

1. Memisahkan gaji bulanan dan dana Ramadhan

Gunakan gaji untuk kebutuhan rutin, sementara Tunjangan Hari Raya (THR) dapat dialokasikan khusus untuk pengeluaran tambahan saat Idulfitri. Cara ini membantu menjaga arus keuangan tetap terkendali.

2. Mulai menyiapkan dana pendidikan anak sejak dini

Ramadan juga bisa menjadi waktu yang baik untuk meninjau kembali rencana masa depan anak. Menyusun tabungan pendidikan sejak awal dapat membantu meringankan beban finansial di kemudian hari sekaligus memastikan rencana pendidikan tetap berjalan meskipun terjadi risiko tak terduga pada orang tua.

3. Mengajarkan literasi keuangan melalui angpao Lebaran

Baca Juga: 5 Raja Gocek Baru Super League 2025/2026! Kapten Persebaya Surabaya Bruno Moreira Masuk Elite Dribbler Liga

Momen Lebaran dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan pengelolaan uang kepada anak. Misalnya dengan mengajak mereka membagi uang yang diterima ke dalam beberapa pos seperti menabung, kebutuhan pribadi, dan berbagi kepada sesama.

4. Menjaga perlindungan diri sebagai pilar keluarga

Kesehatan ibu memiliki peran penting bagi stabilitas keluarga. Karena itu, perlindungan kesehatan yang sesuai kebutuhan dapat membantu menjaga kondisi finansial keluarga jika sewaktu-waktu terjadi masalah kesehatan.

5. Melengkapi ikhtiar dengan perlindungan yang tepat

Selain mengatur pengeluaran dan menabung, keluarga juga perlu mempersiapkan perlindungan terhadap berbagai risiko kehidupan, termasuk risiko kesehatan yang dapat memengaruhi kondisi ekonomi rumah tangga.

Baca Juga: Arda Guler Ungkap Proses Gol Jarak Jauhnya ke Gawang Elche

Dalam ajaran Islam, menjaga dan melindungi keluarga merupakan bagian dari ikhtiar, yakni usaha yang dilakukan dengan niat baik sebelum akhirnya berserah diri kepada Allah. Upaya tersebut juga dapat diselaraskan dengan nilai-nilai yang diyakini, termasuk dalam memilih perlindungan yang sesuai dengan prinsip syariah.

EDITOR: Bintang Pradewo