← Beranda
Kinerja Perbankan Swasta Tumbuh Double Digit
Agas Putra HartantoRabu, 2 Agustus 2023 | 21.26 WIB
ILUSTRASI: Customer Service Officer Vanessa Venesalie menunjukkan suku bunga deposito kepada Theodora Amabel di BCA KCP Darmo, Surabaya, bertepatan dengan Hari Pelanggan Nasional, Jumat (2/9).

JawaPos.com - Sejumlah perbankan swasta mencatatkan kinerja positif. Bahkan penyaluran kredit maupun laba tumbuh double digit.

Fundamental perekonomian Indonesia yang solid mendorong kinerja intermediasi perbankan. Seperti inflasi yang rendah, produk domestik bruto (PDB) yang positif, dan Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang ekspansif.

1. J Trust Bank

PT Bank JTrust Indonesia Tbk (J Trust Bank) mencatatkan laba bersih Rp 90,62 miliar pada kuartal II 2023. Dipicu oleh pertumbuhan kredit bruto mencapai Rp 21,70 triliun. Melesat 42 persen Year-on-Year (YoY) dari sebelumnya Rp 15,28 triliun. Dana pihak ketiga (DPK) juga meningkat 44,87 persen YoY menjadi Rp 29,24 triliun.

Kinerja positif itu turut diimbangi dengan kualitas aset yang terjaga. Tecermin dari rasio kredit macet alias non-performing loan (NPL) gross di level 1,62 persen dan net di 1,18 persen.

"Kami senantiasa berpegang teguh pada prinsip kehati-hatian, sehingga pada kuartal II 2023 NPL terus membaik," ucap Direktur Utama J Trust Bank Ritsuo Fukadai, Selasa (1/8).
 
Capital Adequacy Ratio (CAR) J Trust Bank tercatat 13,51 persen per Juni 2023. Dengan modal inti sebesar Rp 3,17 triliun yang tetap memenuhi Peraturan OJK (POJK) nomor 12/POJK 03/2020 tentang konsolidasi bank umum yang wajib memiliki modal inti Rp 3 triliun.
 
Pendapatan bunga juga naik menjadi Rp 1,17 triliun, tumbuh 62,32 persen secara tahunan. "Dipicu oleh peningkatan pendapatan bunga pinjaman," ucap Ritsuo Fukadai.
 
Untuk menunjang kinerja bisnis, lanjut dia, J Trust Bank dalam tahapan pengembangan New Core Banking System. Yakni, peningkatan kemampuan data warehouse serta sistem informasi manajemen agar lebih efisien dan efektif. Sistem tersebut rencananya rampung pada akhir 2023.
 
"Dengan new core banking system, kami yakin dapat melakukan ekspansi bisnis disertai pengembangan layanan yang lebih optimal ditopang dengan sistem yang mumpuni," tandasnya.

2. BCA

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) membukukan peningkatan total kredit yang solid. Bersama entitas anak, bank swasta terbesar di Indonesia itu mencetak pertumbuhan laba bersih 34 persen secara tahunan menjadi Rp 24,2 triliun pada semester I 2023. Didorong oleh kenaikan volume kredit, perbaikan kualitas pinjaman, serta peningkatan volume transaksi dan pendanaan.

"Segmen kredit konsumer terus mencatatkan pertumbuhan, ditopang BCA Expoversary 2023 April lalu. Di samping itu, kami melihat momentum permintaan kredit yang kuat dari sektor UMKM," ucap Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja.

Hingga Juni 2023, kredit konsumer menjadi segmen dengan pertumbuhan kredit tertinggi. Peningkatan kredit konsumer ditopang oleh kredit pemilikan rumah (KPR) tumbuh 12 persen Year-on-Year (YoY) menjadi Rp 114,6 triliun dan kredit kendaraan bermotor (KKB) naik 19,2 persen YoY menjadi Rp51,4 triliun.

Saldo outstanding kartu kredit juga tumbuh double digit. Yakni 15,4 persen YoY menjadi Rp 14,6 triliun.

Dengan demikian, total portofolio kredit konsumer meningkat 13,9 persen YoY menjadi Rp 183,9 triliun. Sedangkan, kredit komersial dan UKM (usaha kecil menengah) tumbuh 10,9 persen YoY mencapai Rp 219,2 trilliun.

Di sisi pendanaan, current account savings account (CASA) naik 5,7 persen YoY mencapai Rp 864,7 triliun. Jumlah tersebut berkontribusi hingga 81 persen dari total dana pihak ketiga.

Secara keseluruhan, total dana pihak ketiga (DPK) meningkat 6 persen YoY menjadi Rp 1.071 triliun. Dengan demikian, mendorong total aset BCA mencapai Rp 1.357 triliun. Total volume transaksi BCA juga terus tumbuh mencapai 14,3 miliar atau naik 27,2 persen YoY.

"Pertumbuhan tersebut ditopang oleh inovasi yang berkesinambungan di ekosistem multi-channels serta basis nasabah yang terus meningkat. Kanal mobile banking mencatat kenaikan volume transaksi tertinggi, tumbuh sebesar 44 YoY," beber Jahja.

3. CIMB Niaga

PT Bank CIMB Niaga Tbk memperoleh laba sebelum pajak konsolidasian (unaudited) sebesar Rp 4,2 triliun pada semester I 2023. Naik sebesar 25,8 persen YoY dan menghasilkan earnings per share Rp 129,67.

Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, kinerja bisnis dan pertumbuhan pendapatan bank tetap solid. Sejalan dengan pengendalian biaya yang efektif, perbaikan kualitas aset, dan penurunan biaya kredit.

"Kami dapat terus memberikan keuntungan yang lebih baik bagi para pemegang saham, tecermin pada return on equity (ROE) yang mencapai 15,4 persen," jelasnya, Senin (31/7)

Salah satu yang patut digarisbawahi yaitu perbaikan dalam kualitas aset. Tecermin dari penurunan signifikan pada rasio gross non-performing loans (NPL) menjadi 2,5 persen pada Juni 2023.
 
Meskipun dalam kondisi ekonomi yang penuh tantangan, CIMB Niaga meyakini dapat mencapai target 2023. Jumlah kredit meningkat 8,6 persen YoY menjadi Rp 206 triliun.

Didukung pertumbuhan bisnis corporate banking yang tumbuh 13,2 persen YoY dan consumer banking sebesar 8 persen YoY. "KPR (kredit pemilikan rumah) tumbuh 4,8 persen YoY sementara kredit pemilikan mobil meningkat 14,6 persen YoY. Termasuk kontribusi dari anak perusahaan, PT CIMB Niaga Auto Finance," ucap Lani.

4. Bank Danamon

Pertumbuhan kredit yang kuat mengerek laba bersih setelah pajak PT Bank Danamon Indonesia Tbk secara konsolidasi sebesar Rp 1,5 triliun. Total kredit dan trade finance tumbuh 15 persen secara tahunan mencapai Rp161 triliun. Kredit segmen enterprise banking and financial institution naik 11 persen YoY mencapai Rp 74 triliun.

Sedangkan Kredit yang berasal dari Pembiayaan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (Adira Finance), anak usaha Danamon, naik 24 persen YoY mencapai Rp 50,9 triliun. Selain itu, Adira Finance juga berhasil membukukan pertumbuhan pembiayaan baru sebesar 43 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kredit Konsumen mencatatkan tingkat pertumbuhan tertinggi. Yakni, sebesar 28 persen YoY mencapai Rp 14,2 triliun. Angka tersebut lebih tinggi dari pertumbuhan pada kuartal sebelumnya sebesar 24 persen. Untuk kredit UKM menunjukkan peningkatan 7 persen YoY.

Dari sisi net interest margin (NIM) naik 35 basis poin (bps). Sedangkan pendapatan operasional meningkat 6 persen YoY menjadi Rp 8,8 triliun.

Direktur Utama PT Bank Danamon Indonesia Tbk Daisuke Ejima menilai, pencapaian pertumbuhan kredit diikuti dengan peningkatan NIM dan pendapatan operasional mencerminkan perusahaan berada di jalur yang benar. Strategi dan investasi berjalan sesuai rencana untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan bagi bank.

"Kami akan sepenuhnya memaksimalkan keunikan kami sebagai bank hybrid, kombinasi kehadiran dan keahlian lokal yang kuat dengan kapabilitas dan jaringan global melalui ekosistem MUFG untuk memperluas bisnis kami dan mencapai level baru dalam kinerja kami," kata Daisuke Ejima.

5. Maybank Indonesia

PT Bank Maybank Indonesia, Tbk kembali mencatatkan kinerja positif pada semester I 2023. Bank mencatat perolehan laba setelah pajak dan kepentingan non-pengendali (PATAMI) sebesar Rp 960 miliar. Meningkat signifikan sebesar 44,7 perse. dari Rp 663 miliar di periode yang sama tahun lalu.

Total kredit Maybank Indonesia tumbuh 2,9 persen menjadi Rp 109,97 triliun. Seiring dengan berlanjutnya pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mendorong peningkatan konsumsi dan daya beli masyarakat.

"Perekonomian di Indonesia masih terus bertumbuh dan secara bertahap kembali ke level pra-pandemi. Ditandai dengan iklim bisnis yang membaik serta pergerakan pasar yang stabil. Portofolio kredit ritel kami terus bertumbuh seiring dengan membaiknya konsumsi masyarakat," beber Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria, Senin (31/7).

EDITOR: Estu Suryowati