← Beranda
Perundingan IEU-CEPA Diharapkan Bisa Selesai sebelum 2024
R. Nurul Fitriana PutriSelasa, 18 April 2023 | 02.30 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Wamendag Jerry Sambuaga dalam dialog public "Fostering Growth and Global Integration" yang diselenggarakan Eurocham beberapa waktu lalu.

JawaPos.com - Perundingan Indonesia-Europe Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) diharapkan selesai tahun ini. Menurut Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga, kerja sama Indonesia dan Uni Eropa (UE) dapat terus diperluas dan ditingkatkan jika kedua pihak membangun hubungan yang setara dan saling memahami satu sama lain.

Melalui IEU-CEPA, beberapa ketidaksepahaman perdagangan misalnya dalam kasus sengketa kelapa sawit dan nikel, diharapkan bisa diselesaikan dengan baik. Sebagai pemimpin ASEAN, Indonesia berkomitmen membawa kawasan ini menjadi makin penting dalam percaturan ekonomi dan politik global.

Semangat yang diusung Indonesia adalah semangat kolaborasi dan kooperasi. Jerry pun mengajak Uni Eropa untuk menerapkan hal yang sama sehingga kedua kawasan bisa tumbuh bersama dalam semangat inklusivitas.

"ASEAN dan Uni Eropa sama-sama punya potensi dan telah memainkan peran penting dalam konteks global. Karena itu, kita harus menjaga sinergi dan kolaborasi tersebut dengan saling memahami satu sama lain, " kata Jerry dalam keterangan tertulis Senin (17/4).

Sepanjang 2022, surplus perdagangan internasional Indonesia tercatat yang tertinggi yakni mencapai USD 54,5 miliar. Surplus ini ditopang oleh perdagangan, salah satunya, dengan Uni Eropa.

Meskipun demikian, rasio perdagangan Indonesia dan UE belum mencapai level yang diharapkan. Indonesia berharap bisa terus mengisi pasar Eropa dengan berbagai produk yang bersegmen bukan hanya bahan mentah, tetapi juga bahan baku dan bahan jadi.

Atas dasar itu, menurut Jerry, Uni Eropa harus membuka pasar bagi produk Indonesia secara luas sebagaimana Indonesia juga menerima produk Uni Eropa. "Harus ada kesetaraan dan mutualisme. Jadi, kedua pihak bisa mengoptimalkan potensi yang ada," pungkasnya.

EDITOR: Estu Suryowati