JawaPos.com - Bank Indonesia (BI) mencatat volume transaksi pembayaran digital mencapai 18,09 miliar transaksi pada kuartal III 2026. Jumlah itu umbuh 39,24 persen secara tahunan atau year on year (yoy).
Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan pertumbuhan tersebut didukung oleh perluasan akseptasi pembayaran digital serta kelancaran sistem pembayaran dan infrastruktur yang tetap terjaga. Ia menyebut volume transaksi melalui internet payments dan mobile payments masing-masing tumbuh 14,26 persen (yoy) dan 45,55 persen (yoy). Angka itu termasuk transaksi QRIS yang terus tumbuh tinggi mencapai 75,80 persen (yoy).
“Didukung peningkatan jumlah pengguna dan merchant masing-masing menjadi sebesar 70,6 juta dan 49,4 juta,” ujarnya.
Destry mengatakan dari sisi infrastruktur maka volume transaksi ritel melalui BI-FAST mencapai 1.631 juta transaksi atau tumbuh 31,78 persen (yoy) dengan nilai transaksi mencapai Rp 4.049 triliun atau tumbuh 33,91 persen (yoy).
Sementara itu, nilai transaksi BI-RTGS mencapai Rp 53.817 triliun atau sedikit terkontraksi 4,62 persen (yoy) dengan volume sebanyak 2,79 juta transaksi atau naik sebesar 1,31 persen (yoy).
Ia melanjutkan dari sisi pengelolaan uang Rupiah, Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 11,77 persen (yoy) menjadi Rp 1.341 triliun.
“Bank Indonesia terus menjaga ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah yang cukup dengan kualitas yang layak edar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), termasuk daerah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T),” ungkapnya.