JawaPos.com - Bank Indonesia (BI) akan menggandeng otoritas keuangan Hongkong dan Timor Leste untuk menyepakati penggunaan sistem pembayaran tanpa uang tunai. Atau QRIS Lintas Negara.
Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan langkah tersebut dilakukan dalam ranggka memperkuat kerja sama di bidang pembayaran lintas negara berbasis Quick Response (QR) code.
“Di acara ini akan kita tandatangani bersama yaitu bersama dengan Hongkong dan juga dengan Timor Leste,” ujar Destry dalam acara Fekdi x IFSE 2026 di Jakarta pada Kamis (24/9).
Adapun Bank Indonesia (BI) dan Hong Kong Monetary Authority (HKMA) pada 24 September telah menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk memperkuat kerja sama di bidang pembayaran lintas negara berbasis Quick Response (QR) code.
“MoU tersebut telah ditandatangi oleh Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti dan Chief Executive Hong Kong Monetary Authority, Eddie Yue,” tulis BI dalam keterangan yang diterima, Kamis (24/9).
BI dan HKMA berkomitmen memperkuat hubungan bilateral. Serta membangun mekanisme kerja sama yang efektif guna mendorong pembayaran lintas negara antara Indonesia dan Hongkong yang lebih cepat, lebih terjangkau, transparan, dan inklusif.
Berdasarkan MoU tersebut, kedua pihak akan menyelenggarakan dialog terkait aspek teknis, operasional, dan regulasi yang relevan, serta menjajaki skema untuk memfasilitasi interoperabilitas pembayaran lintas negara berbasis QR code di antara kedua wilayah.