← Beranda
Di Tengah Ketidakpastian Global, Pelaku Bisnis Perlu Hati-hati Tentukan Arah Perusahaan
Sabik Aji TaufanJumat, 14 Agustus 2026 | 05.55 WIB
Ilustrasi korporasi di perkotaan. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Di tengah ketidakpastian global, pelaku bisnis perlu lebih berhati-hati menentukan arah perusahaan. Penilai memiliki peran strategis dalam menjaga jalannya bisnis.

Head of Valuation KJPP Wawat Jatmika dan Rekan, Panca Arief Jatmika mengatakan, pemeirntah telah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,8 sampai 6,5 persen pada 2027.

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyebut target tersebut untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

Ketidakpastian tersebut memicu dinamika pasar dan gejolak parameter ekonomi global yang berimbas langsung ke Indonesia.

"Akibatnya, manajemen dan pelaku bisnis dituntut menentukan arah kebijakan secara hati-hati karena keputusan akan memengaruhi kelangsungan dan pengembangan perusahaan," kata Panca, Kamis (13/8).

Baca Juga: United RX6000, Motor Listrik 6.000 Watt yang Bisa Charging di Rumah dan SPKLU Euro Type 2

Dia menjelaskan, dalam mengambil keputusan seperti restrukturisasi, ekspansi, divestasi, atau aksi korporasi lain, manajemen sering bergantung pada laporan keuangan, indikator ekonomi, dan dinamika pasar.

"Empat aspek utama yang perlu diperhatikan adalah keuangan, akuntansi, perpajakan, dan legal agar rencana aksi korporasi berjalan tepat," imbuhnya.

Panca menyampaikan, peran penilai sangat penting untuk memuluskan aksi strategis seperti merger, akuisisi, restrukturisasi bisnis, maupun skema pencarian pendanaan.

"Kehadiran penilai membantu manajemen memiliki dasar nilai yang kredibel sebelum mengambil keputusan besar," pungkasnya.

Independensi, integritas, dan objektivitas adalah kunci utama profesi penilai. Menurutnya, penilaian bukan sekadar angka akhir, melainkan proses kompleks berdasarkan kode etik, standar penilaian, dan regulasi yang berlaku.

EDITOR: Sabik Aji Taufan