JawaPos.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pemerintah akan terus mendorong program Two Countries Twin Parks (TCTP) untuk memperkuat kerja sama ekonomi dengan berbagai negara mitra strategis.
Airlangga menyebut, hal tersebut merupakan upaya mendorong investasi berkualitas, mempercepat pengembangan kawasan industri, serta menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah.
Melalui kolaborasi internasional yang saling menguntungkan, Pemerintah terus mendorong pengembangan kawasan industri yang terintegrasi dengan sektor manufaktur, logistik, dan energi berkelanjutan guna meningkatkan daya saing industri nasional, membuka lapangan kerja, serta memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.
“Indonesia punya program Two Countries Twin Parks (TCTP) yang terus akan kita dorong. Kawasan di Madura ini depannya juga merupakan kawasan heavy industry Indonesia, Petrokimia (Gresik). Jadi nanti dengan adanya Kawasan Industri Bangkalan ini akan menjadi seimbang,” ujar Airlangga dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (6/8).
Baca Juga: Rahasia di Balik Mitsubishi Xforce HEV, Jadi SUV Hybrid Pertama dan Dirakit Lokal
Hal tersebut ditunjukan dengan adanya prosesi penandatanganan kerja sama mencakup penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Wiraraja Madura International dengan Guangzhou Zhanjiang Industrial Transfer Cooperation Park Management Committee serta penandatanganan Agreement on Joining the Guangdong ASEAN Industrial Park International Cooperation Alliance dengan Wiraraja Madura Industrial Estate.
Airlangga menyebut, kerja sama tersebut menjadi tonggak penguatan kemitraan strategis Indonesia–Tiongkok dalam mendorong peningkatan investasi, pengembangan industri, dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Melalui kerja sama tersebut, sejumlah klaster industri dari Tiongkok direncanakan akan dikembangkan di Kawasan Industri Wiraraja Madura, di antaranya industri cokelat, matras, tekstil, hingga benang, serta berbagai sektor manufaktur padat karya lainnya.
Pengembangan kawasan tersebut juga didukung percepatan penyelesaian perizinan oleh Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta instansi pelayanan perizinan, sehingga realisasi investasi dapat segera dimulai dan memberikan dampak nyata terhadap penciptaan lapangan kerja serta pertumbuhan ekonomi Madura dan Jawa Timur.
Airlangga menegaskan bahwa pengembangan Kawasan Industri Wiraraja Madura akan semakin melengkapi hubungan kerja sama ekonomi Indonesia dan Tiongkok yang selama ini terus berkembang.
“Kemudian ini akan melengkapi kerjasama antara Indonesia dan China. Karena Indonesia dan China juga sudah punya bilateral swap arrangement (Bilateral Currency Swap Arrangement atau BCSA) yang sampai dengan 50 miliar dolar. Harapannya bisa juga trade menggunakan currency masing-masing sehingga tidak tergantung kepada currency yang lain,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) sekaligus President Director Wiraraja Madura Industrial Estate Akhmad Ma'ruf Maulana, mengatakan pengembangan Wiraraja Madura Industrial Estate (Wiraraja Madura) merupakan bagian dari upaya membangun pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Timur melalui pengembangan kawasan industri terpadu berskala besar.
Baca Juga: Gudang SDN 04 Srengseng Sawah Terbakar, Petugas Bergerak Cepat Selamatkan Ruang Kelas
“Kawasan tersebut dirancang untuk mendukung pengembangan sektor manufaktur, pergudangan, dan energi ramah lingkungan, sekaligus menjadi magnet investasi baru yang memperkuat posisi Jawa Timur sebagai gerbang ekonomi dan investasi Indonesia bagian timur,” ujar Akhmad Maruf.
Dia menjelaskan bahwa kolaborasi antara Wiraraja Madura Industrial Estate dan Guangdong (Fenyong) ASEAN Industrial Park akan membuka peluang lebih luas bagi perusahaan-perusahaan Tiongkok untuk berekspansi ke Indonesia, khususnya di Jawa Timur dan Madura.
Kerja sama tersebut diharapkan mampu mendorong transfer teknologi, peningkatan kapasitas industri, penciptaan lapangan kerja, serta pertumbuhan ekonomi kedua negara.
Selain itu, kawasan industri yang tengah dikembangkan tersebut dirancang sebagai kawasan industri modern yang mendukung investasi manufaktur, logistik, hilirisasi, dan berbagai sektor strategis lainnya.