JawaPos.com – Persaingan bisnis ritel aksesoris dan pernak-pernik di kawasan Pasar Asemka, Jakarta Barat, terus meningkat. Melihat tingginya aktivitas perdagangan di kawasan tersebut, Bloomie melakukan perluasan usaha dengan menempati gedung lima lantai untuk memperbesar kapasitas layanan bagi pedagang grosir, reseller, jastiper, maupun pembeli eceran.
Ekspansi ini dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan pelaku usaha terhadap akses produk aksesoris, perlengkapan sekolah, perhiasan fesyen, hingga peralatan kecantikan yang mengikuti tren pasar.
Perusahaan menyebut perluasan lokasi juga ditujukan untuk menampung ragam produk yang lebih banyak sekaligus memudahkan pengunjung dalam mencari kebutuhan berdasarkan kategori barang.
Gedung baru tersebut dibagi ke dalam beberapa zona. Lantai dasar diisi produk kebutuhan harian seperti gantungan kunci, blind box, dan tumbler.
Sementara lantai lainnya ditempati kategori perhiasan dan aksesoris rambut, alat tulis dan mainan, perlengkapan kecantikan, hingga produk fesyen serta kebutuhan kemasan usaha.
Baca Juga: Siap Tembus Pasar Global, 12 UMKM Binaan Pertamina Hadir di Pameran FHI 2026
Chief Executive Officer Bloomie Suhaimie mengatakan, pelaku usaha skala kecil hingga menengah masih menghadapi tantangan dalam memperoleh produk yang mengikuti perkembangan tren dengan harga yang kompetitif.
"Kami memahami bahwa tantangan terbesar para pedagang grosir, jastiper, dan reseller adalah mencari barang premium yang selalu up-to-date dengan harga yang kompetitif, tanpa harus mengorbankan kenyamanan saat memilih barang. Dengan Bloomie yang baru ini, diharapkan Bloomie tidak hanya menawarkan variasi produk premium yang baru setiap hari dengan harga tangan pertama, tetapi juga fasilitas belanja yang bersih, ber-AC, dan sangat terorganisir," ujar Suhaimie.
Menurut perusahaan, sebagian besar produk yang dijual berasal dari jalur distribusi langsung sehingga dapat menyasar kebutuhan pedagang yang mencari pasokan untuk dijual kembali maupun konsumen yang membeli secara satuan.
Perluasan kapasitas usaha di kawasan perdagangan tradisional seperti Asemka menunjukkan upaya pelaku ritel untuk menyesuaikan diri dengan perubahan pola belanja sekaligus meningkatnya permintaan dari pelaku usaha berbasis daring, termasuk reseller dan jasa titip yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir.