← Beranda
Danantara Temukan Indikasi Rekayasa Keuangan di PT Pos Indonesia
Djati WaluyoSabtu, 4 Juli 2026 | 00.47 WIB
Managing Director Stakeholders Management and Communications Danantara, Rohan Hafas. (ANTARA)

 

JawaPos.com - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), menemukan berbagai permasalahan keuangan dan tata kelola dalam tubuh PT Pos Indonesia (Persero).

Managing Director Stakeholders Management & Communications Danantara Indonesia, Rohan Hafas, mengatakan Danantara tengah melakukan pembenahan secara memyeluruh terhadap PT Pos Indonesia.

“Dari proses due diligence dan evaluasi yang berjalan, kami menemukan berbagai persoalan keuangan dan tata kelola yang telah terakumulasi selama bertahun tahun,” ujar Rohan dalam keterangan yang diterima, Jumat (3/7).

Rohan mengatakan, Danantara juga menemukan sejumlah penyimpangan ketika melakukan audit. Ia menegaskan, danantara akan menindaklanjuti melalui mekanisme audit dan investigasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga: Cegah Kebakaran EV di Kapal, Profesor ITS Teliti Desain Keselamatan Operasional

“Kami juga menerima laporan serta menemukan indikasi berbagai penyimpangan, termasuk dugaan rekayasa keuangan, yang saat ini sedang ditindaklanjuti,” ujarnya.

Lanjutnya, Danantara akan menyelesaikan satu per satu permasalahan yang akan membebani perusahaan harus segera diselesaiakan. Ia menegaskan, tidak ada ruang bagi praktik yang merusak tata kelola perusahaan. Seluruh temuan akan ditindaklanjuti secara profesional, transparan, dan sesuai proses hukum.

“Prioritas kami adalah memastikan PT Pos Indonesia kembali menjadi perusahaan yang sehat, profesional, akuntabel, dan berintegritas, sehingga mampu menjalankan mandatnya secara optimal bagi masyarakat,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, PT Pos Indonesia (Persero), buka suara terkait dengan pengunduran diri Direktur Utama (Dirut) Daud Joseph setelah menjabat selama tiga bulan.

Corporate Secretary PT Pos Indonesia, Iwan Gunawan, mengatakan pengunduran diri yang dilakukan Dirut adalah murni dari keinginan dan pertimbangan pribadi yang bersangkutan.

"PT Pos Indonesia (Persero) mengumumkan bahwa Direktur Utama, Daud Joseph telah menyampaikan permintaan pengunduran diri dari jabatannya pada tanggal 2 Juli 2026. Alasan pengunduran diri adalah murni dari keinginan dan pertimbangan pribadi yang bersangkutan," ujar Iwan dalam keterangan yang diterima, Kamis (2/7).

Baca Juga: Raja Juli Ungkap Kronologi Pertemuan dengan Bupati Kuansing, Akui Amplop Sudah Dikembalikan 17 Hari Sebelum OTT KPK

Iwan mengatakan, perusahaan menghormati keputusan tersebut serta menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi, pengabdian, dan kontribusi yang telah diberikan selama memimpin perusahaan.

Ia memastikan bahwa perusahaan akan melakukan proses transisi kepemimpinan akan dilaksanakan sesuai dengan tata kelola yang berlaku.

"Selama proses tersebut berlangsung, PT Pos Indonesia memastikan kegiatan operasional perusahaan tetap berjalan dan tidak mengganggu proses layanan kepada seluruh stakeholder," ujarnya.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan