JawaPos.com – Pondok Pesantren Baitul Arqom menyambut hadirnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi para santri, di tengah kenaikan harga pangan yang turut dirasakan keluarga mereka.
Hal tersebut mengemuka dalam Agenda Silaturahmi Keluarga Besar dan Apel Tahunan Pondok Pesantren Baitul Arqom.
Acara tahunan yang diikuti ribuan santri, wali santri, alumni, dan tamu undangan itu turut dihadiri Sekretaris Jenderal Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG) KH Anang Rikza Masyhadi serta Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional (BGN) Mariman Darto.
Baca Juga: Prabowo Ucapkan Selamat Hari Santri 2026, Nyatakan Pemerintah Terus Dukung Ponpes
Pimpinan Pondok Pesantren Baitul Arqom KH Izzat Fahd menuturkan, dari 16 hektare kawasan pesantren, 4 hektare dimanfaatkan sebagai kawasan pendidikan, sedangkan 12 hektare lainnya berupa sawah produktif.
Lahan tersebut akan terus dikembangkan sebagai basis pesantren di wilayah agraris, sekaligus menjadi wujud ikhtiar membangun kemandirian dalam menopang keberlangsungan pendidikan.
”Alhamdulillah, hingga usia 68 tahun ini, kami mohon doa agar Pondok Pesantren Baitul Arqom senantiasa dapat memberikan sumbangsih dan semangat perjuangan kepada anak-anak dalam pendidikan, karena anak-anak inilah masa depan kita,” tutur Kiai Izzat.
Baca Juga: Kementrans Mendorong Ponpes dan Alumninya Kelola Ekonomi Kawasan Transmigrasi
Santri Baitul Arqom datang dari latar belakang yang beragam, termasuk dari keluarga petani dan pedagang.
Keragaman ini menjadi kekayaan tersendiri dalam kehidupan pesantren, sekaligus pengingat bahwa setiap keluarga memiliki kemampuan yang berbeda.
Kiai Izzat menyampaikan, pesantren berkomitmen menghadirkan pendidikan yang bersahabat bagi semua kalangan tanpa mengurangi mutu.
Setiap kebijakan pembiayaan dipertimbangkan dengan cermat, agar pintu pesantren tetap terbuka bagi siapa pun yang ingin menimba ilmu, sementara kualitas pendidikan tetap terjaga.
”Dalam semangat itulah kehadiran MBG disambut dengan penuh syukur. Kami berterima kasih karena anak-anak kami mendapatkan makanan bergizi. Di antara mereka ada anak-anak yatim, anak-anak petani, dan anak-anak pedagang,” kata Kiai Izzat.
Bukan Sekadar Makan
Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional (BGN) Mariman Darto menjelaskan, MBG dirancang untuk memastikan anak-anak memperoleh gizi seimbang, bukan sekadar mengenyangkan.
Baca Juga: PPSN VI Kesempatan Santri Ekplorasi Bakat di Bumi Perkemahan Ponpes Wisata An-Nur II Malang
”Kalau hanya memberi makan, saya rasa Kiai Izzat dan Kiai Anang sudah terbiasa. Tetapi ketika makanan itu harus bergizi, pasti ada serat, sayur-mayur, buah-buahan, karbohidrat, juga protein nabati dan hewani,” jelas Mariman Darto.
Dia memaparkan, MBG kini telah menjangkau lebih dari 57 juta penerima manfaat dengan dukungan puluhan ribu dapur di seluruh Nusantara.
”Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, lembaga pendidikan Islam, dan masyarakat, program ini diharapkan mampu mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, berakhlak mulia, dan produktif,” ungkap Mariman Darto.
Baca Juga: Perkemahan Wira Karya XI di Ponpes Darul Amanah Asah Ketangkasan dan Kebersamaan