← Beranda
Dorong Wisata Heritage Daerah jadi Penggerak Ekonomi Lokal
Antara• Minggu, 18 Oktober 2026 | 17.00 WIB
Heritage City Tour yang diikuti para wali kota dan delegasi APEKSI dengan mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah dan ikonik di kota Singkawang, Sabtu. (ANTARA/Narwati)

 

JawaPos.com - Wali Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Tjhai Chui Mie mengajak Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) mempromosikan potensi wisata dan kuliner khas Singkawang di daerah masing-masing untuk memperluas jangkauan promosi pariwisata kota tersebut, dikutip dari ANTARA.

“Di Kota Singkawang cukup banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi. Di samping itu, Singkawang juga memiliki kuliner yang khas dan lezat” kata Tjhai Chui Mie pada acara Rembuk Kebudayaan Apeksi di Singkawang, Jumat.

Ia berharap peserta rembuk kebudayaan APEKSI yang berkunjung dapat mengenal secara langsung potensi wisata Singkawang, sehingga pengalaman tersebut bisa dibagikan kepada masyarakat di daerah masing-masing.

Baca Juga: APEKSI Soroti Tantangan Kota, Ketahanan Fiskal hingga Pengelolaan Sampah Masuk Agenda Prioritas

Menurut dia, promosi dari kepala daerah dan peserta rembuk kebudayaan APEKSI dapat menjadi salah satu cara memperkenalkan daya tarik Singkawang kepada masyarakat yang lebih luas.

Tjhai Chui Mie juga membuka ruang bagi mereka untuk menyampaikan kritik dan masukan setelah mengunjungi objek wisata di Singkawang, terutama jika menemukan fasilitas atau layanan yang perlu diperbaiki.

“Jika Bapak dan Ibu sudah mengunjungi objek wisata di Singkawang dan menemukan tempatnya kurang baik atau fasilitasnya kurang memadai, silakan sampaikan kepada Pemkot Singkawang agar segera kami perbaiki,” ujarnya.

Baca Juga: Eri Cahyadi Resmi Pimpin APEKSI 2025–2030, Dorong Inovasi dan Integrasi Satu Data Nasional

Sebaliknya, apabila mendapatkan pengalaman yang menyenangkan selama berkunjung, ia berharap mereka turut memperkenalkan potensi wisata Singkawang kepada masyarakat di daerah masing-masing.

Selain pengembangan pariwisata, Tjhai Chui Mie mengatakan Pemerintah Kota Singkawang juga memanfaatkan forum APEKSI untuk mempelajari praktik pengelolaan pemerintahan dan keuangan daerah dari kota-kota lain, termasuk Surabaya.

Ia menyebut pengelolaan pendapatan asli daerah (PAD) menjadi salah satu aspek yang ingin dipelajari untuk mengoptimalkan penerimaan daerah sebagai sumber pembiayaan pembangunan.

“Kita akan belajar bagaimana bisa mengelola objek-objek pajak secara optimal agar bisa meningkatkan PAD Kota Singkawang. Banyak ilmu yang bisa kami serap dari Surabaya dan kota-kota besar lainnya di forum APEKSI ini,” ujarnya.

Ketua Dewan Pengurus APEKSI sekaligus Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa kebudayaan memiliki peran sebagai pemersatu masyarakat sekaligus penggerak ekonomi kota.

“Budaya merupakan pemersatu dan penggerak ekonomi. Budaya juga dapat menjadi kekuatan kota, di mana kota yang kuat tidak akan melupakan budaya dan sejarahnya,” ujarnya.

Eri juga menyoroti tantangan perkotaan yang semakin kompleks, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang memengaruhi sejumlah wilayah. Menurutnya, kemajuan kota tidak semestinya dicapai dengan mengorbankan kelestarian lingkungan. Ia menegaskan pentingnya solidaritas antarkota, sebagaimana ditunjukkan APEKSI dalam merespons bencana di Sumatra pada akhir tahun sebelumnya.

Dalam kesempatan tersebut, Eri turut mengapresiasi pelibatan orang muda dalam rangkaian Rembuk Kebudayaan. Menurutnya, masa depan kota perlu dibangun bersama generasi muda yang memiliki ruang untuk mengenali identitas, menyampaikan gagasan, dan mengambil peran dalam pembangunan.

EDITOR: Banu Adikara