JawaPos.com - Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) menggelar pembukaan Kongres XX di Kantor Bersama 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN), Kamis (15/10). Kongres ini mengusung tema “Sinergi Dokter Hewan Mewujudkan Kedaulatan Pangan Nasional”.
Kongres ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kontribusi profesi dokter hewan dalam mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan, kesehatan masyarakat, serta perlindungan satwa dan kelestarian lingkungan.
Kongres XX PDHI mempertemukan dokter hewan dari berbagai wilayah Indonesia bersama pemerintah dan pemangku kepentingan bidang veteriner untuk membahas tantangan serta arah pengembangan profesi dokter hewan di tengah dinamika pembangunan nasional.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Scorpio Jumat, 16 Oktober 2026: Asmara Makin Hangat, Waspadai Pengeluaran Mendadak
Pemilihan IKN sebagai lokasi penyelenggaraan kongres juga menjadi kesempatan untuk memperkuat sinergi antara profesi dokter hewan dan pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan, dengan memperhatikan keterkaitan antara kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan kelestarian lingkungan.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyambut baik penyelenggaraan Kongres XX PDHI di Nusantara. Ia menyoroti peran dokter hewan yang tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi peternakan, tetapi juga kesehatan hewan dan pemanfaatan potensi peternakan untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk penanganan masalah stunting.
Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Nuryani Zainuddin, mengapresiasi penyelenggaraan Kongres XX PDHI sebagai momentum penting dalam perjalanan organisasi profesi dokter hewan Indonesia.
Menurutnya, kongres tidak semata-mata menjadi agenda organisasi, tetapi juga ruang evaluasi dan konsolidasi untuk memperkuat peran dokter hewan dalam menjawab tantangan pembangunan sektor peternakan dan kesehatan hewan di Indonesia.
Ketua Panitia Kongres XX PDHI, drh. Sugiyono, M.Vet menyampaikan apresiasi kepada Otorita IKN atas dukungan terhadap terselenggaranya kongres tersebut. Ia juga menyambut seluruh delegasi dokter hewan yang hadir dari berbagai daerah di Indonesia.
Baca Juga: Iran: Pelayaran di Selat Hormuz Harus Seizin Teheran
Ia menegaskan, tema kongres tahun ini mencerminkan pentingnya keterlibatan dokter hewan dalam agenda strategis nasional. Kedaulatan pangan tidak cukup hanya ditopang oleh peningkatan produksi, tetapi juga harus didukung oleh kesehatan hewan, pengendalian penyakit, keamanan pangan asal hewan, serta sistem peternakan yang berkelanjutan.
Dokter hewan memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan dan produktivitas ternak, mencegah serta mengendalikan penyakit hewan menular, termasuk penyakit yang dapat menular kepada manusia (zoonosis), dan memastikan produk pangan asal hewan memenuhi aspek kesehatan serta keamanan bagi masyarakat.
Selain pembukaan kongres, rangkaian kegiatan di KIPP IKN juga diisi dengan sosialisasi zoonosis dan animal rescue atau penyelamatan satwa. Kegiatan ini memperluas pembahasan mengenai tanggung jawab profesi dokter hewan, khususnya dalam pencegahan penyakit lintas spesies dan penanganan hewan dalam situasi darurat.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai mitigasi risiko zoonosis dalam situasi kebakaran hutan. Peristiwa kebakaran dapat mengganggu habitat satwa dan mendorong perpindahan hewan ke wilayah yang lebih dekat dengan permukiman manusia, sehingga berpotensi meningkatkan interaksi antara satwa liar, manusia, dan hewan domestik.
Situasi tersebut membutuhkan pendekatan One Health, yaitu pendekatan terpadu yang mengakui keterkaitan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan. Implementasinya memerlukan penguatan surveilans, penilaian risiko bersama, komunikasi risiko kepada masyarakat, serta koordinasi lintas sektor.
Baca Juga: 7 Alasan Mengapa Rasa Bersalah Dapat Memupuk Rasa Malu pada Anak yang Sudah Dewasa Menurut Psikologi
Materi animal rescue turut menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan prosedur penyelamatan satwa maupun hewan peliharaan ketika terjadi keadaan darurat, termasuk kebakaran hutan. Upaya penyelamatan perlu dilakukan dengan memperhatikan keselamatan petugas, kesejahteraan hewan, dan kondisi lingkungan.
Bagi PDHI, pembahasan ini relevan dengan pembangunan IKN yang berada di kawasan dengan kekayaan ekosistem alam yang perlu dijaga keberlangsungannya. Pembangunan yang berkelanjutan membutuhkan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, pengelolaan risiko penyakit, kesejahteraan hewan, dan perlindungan lingkungan secara bersamaan.
Melalui Kongres XX PDHI, organisasi profesi dokter hewan Indonesia diharapkan semakin memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan kesehatan hewan serta ketahanan pangan nasional.
PDHI berkomitmen untuk terus mendorong penguatan kapasitas profesi, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi veteriner, serta kontribusi nyata dokter hewan dalam mendukung pembangunan nasional.