← Beranda
PPSN VI Kesempatan Santri Ekplorasi Bakat di Bumi Perkemahan Ponpes Wisata An-Nur II Malang
Antara• Jumat, 2 Oktober 2026 | 02.01 WIB
Ponpes Wisata An-Nur II Al-Murtadlo, Kabupaten Malang, jadi tuan rumah PPSN VI 2026 pada 30 September-6 Oktober 2026. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI 2026 menjadi kesempatan baik bagi kontingen santri mengekspresikan dan mengeksplorasi bakat serta kemampuan di tingkat nasional.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sulut Ulyas Taha menyatakan, ajang PPSN VI 2026 di Malang, Jawa Timur, ajang untuk mengukir prestasi nasional.

”Alhamdulillah, Sulawesi Utara tahun ini bisa mengirimkan dua sangga utusan. Ini merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi para santri. Tunjukkan prestasi terbaik di ajang pramuka tingkat nasional ini,” ujar Ulyas Taha dilansir dari Antara.

Baca Juga: Pemprov Jatim Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan hingga 30 November

Kepala Bidang Pendidikan Islam Kanwil Kemenag Sulut Ahmad Sholeh berharap seluruh peserta mempersiapkan fisik dengan matang.

Selama enam malam di lokasi perkemahan mereka akan mengikuti rangkaian kegiatan yang padat, yakni 65 jenis kegiatan.

Sementara itu, Pondok Pesantren Wisata An-Nur II Al-Murtadlo, Bululawang, Kabupaten Malang, menjadi tuan rumah Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama.

Baca Juga: BEM Sebut Aksi Pengibaran Bendera Bintang Kejora Bukan Mahasiswa USTJ tapi Anggota KNPB

Para peserta kontingen Riau, Jawa Barat, dan Jawa Timur, menilai, lokasi perkemahan dan layanan panitia sejak rombongan tiba sangat baik.

Fathan Akmal Anshori dari kontingen Riau menyebut, bumi perkemahan di An-Nur II bagus dan asri.

”Cuma ada kendala sedikit, di bagian-bagian tertentu ada semennya, jadi kadang susah menancapkan pasak. Tapi menurut saya bagus, asri juga kok tempatnya,” ujar Fathan Akmal.

Fathan juga mengapresiasi panitia yang sigap mengarahkan rombongan saat datang.

”Kami langsung diarahkan untuk mengemas barang dan mengangkutnya ke lokasi. Ramah. Salut sama panitianya,” ungkap dia.

Eko Rizky Mohidan, perwakilan kontingen Jawa Barat, mengaku terkesan sejak pandangan pertama.

Baca Juga: Kemenag Gelontorkan Rp 85,84 Miliar untuk Pemulihan Ratusan Madrasah Terdampak Bencana Sumatera

”Pokoknya wow. Tempatnya luas dan bagus. Lingkungan An-Nur II juga ramah-ramah,” tutur Eko.

Muhammad Dawam Effendi dari kontingen Jawa Timur paling merasakan kesejukan area perkemahan.

Para peserta mendirikan tenda di antara pepohonan dan rumpun bambu di lingkungan pesantren dan dari sana hari-hari perkemahan dimulai.

Baca Juga: Usung Konsep Baru, Gandrung Sewu Banyuwangi Digelar Malam Hari pada 24 Oktober

”Di sini sangat sejuk, apalagi ada pepohonan dan bambu-bambu yang membuat suasana semakin nyaman bagi kami semua. Untuk penyambutan panitia, grade A,” kata Dawam.

Suasana ini sejalan dengan jiwa kepramukaan.

Dasa Darma Pramuka menempatkan cinta alam dan kasih sayang sesama manusia pada butir kedua, setelah takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Baca Juga: Wapres Gibran Minta Maaf kepada Pasien Dugaan Keracunan Makanan di Batang

Para peserta datang dengan target yang beragam.

Fathan ingin memperluas jejaring pertemanan dengan santri dari daerah lain.

”Target pribadi pengen menambah relasi, skill, enggak jauh dari situ,” ucap Fathan sambil tersenyum.

Dawam memasang target lebih tinggi.

Baca Juga: Polda Gorontalo Identifikasi Kerangka Manusia Diduga Remaja Perempuan

”Kami mau jadi yang terbaik di antara para terbaik di PPSN ini. Kami akan pulang ke pondok pesantren membawa gelas kami dalam keadaan penuh, penuh dengan ilmu-ilmu baru,” tandas Dawam.

Tekad serupa datang dari kontingen Jawa Barat. Lewat yel-yel yang menggema di area perkemahan, mereka menegaskan ambisinya.

”Inilah kami dari Jawa Barat, datang ke sini untuk menjadi juara!” seru Eko.

Baca Juga: Dinkes Jabar Deteksi 65 Kasus Influenza A atau Flu Babi

Semangat itu sudah menyala sejak hari pertama.

PPSN VI diharapkan tidak hanya menjadi ajang yang meriah, tetapi juga ruang pembinaan karakter santri, tempat kemandirian, kepedulian pada sesama, dan kecintaan pada alam tumbuh bersama.

”Semoga bisa mengubah dunia ini menjadi lebih baik daripada yang sekarang,” tutur Eko.

Baca Juga: Musim Kemarau, Petani Lampung, Pesawaran, Wonogiri, dan Tuban, Malah Panen Raya Jagung

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah