← Beranda
Korban Galodo Solok Ditemukan Meninggal 11 Km dari Lokasi, Satu Warga Masih Hilang
Ryandi Zahdomo• Rabu, 23 September 2026 | 04.28 WIB
Satu korban galodo Solok ditemukan meninggal setelah terseret arus belasan kilometer, Selasa (22/9). (Istimewa)

 

JawaPos.com - Tim SAR gabungan berhasil menemukan Dafi, 20, warga yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat banjir bandang atau galodo yang menerjang Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada Selasa (22/9).

Dafi ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah terseret arus deras sejauh 11 kilometer dari titik awal bencana.

Dengan ditemukannya jenazah Dafi, kini fokus pencarian tersisa pada satu warga lainnya yang masih hilang, yaitu Algusral, 59.

Bencana galodo ini melanda kawasan Nagari Batang Barus dan Nagari Koto Gaek Guguk, Kecamatan Gunung Talang, usai hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Senin (21/9) malam.

Baca Juga: Eri Cahyadi Perintahkan ASN Cek Langsung Data Bansos, Verifikasi Tak Bergantung Desil

Dikutip dari Padang Ekspres (JawaPos Group), pencarian korban berlangsung masif dengan melibatkan ratusan personil lintas instansi.

Operasi ini mengerahkan peralatan berat dan perlengkapan evakuasi lengkap untuk mempermudah penyisiran di sepanjang aliran sungai serta titik terdampak.

Kepala Seksi Operasi (Kasiops) Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang Hendri menjelaskan, timnya terus melakukan penyisiran ketat di lapangan.

"Tim gabungan masih fokus melakukan pencarian terhadap warga yang hilang saat kejadian banjir bandang. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh unsur yang terlibat agar proses pencarian berjalan maksimal," ujar Hendri, Selasa (22/9).

Operasi SAR berskala besar ini menggerakkan 619 personel dari SAR Padang, Unit Siaga Tanahdatar, TNI, Polda Sumbar, Polres Kabupaten Solok, Brimob, BPBD, hingga relawan dan warga setempat. Alat berat excavator, perahu SAR air, dan perlengkapan medis turut diturunkan ke lokasi.

Kerusakan Parah dan Puluhan Warga Mengungsi

Dampak terjangan air keras dan endapan lumpur melumpuhkan infrastruktur di kawasan Arosuka.

Selain memutus total jembatan utama, bencana ini merusak sekitar 100 unit rumah warga di Jorong Kayu Aro dan Jorong Linjuang Koto Tinggi.

Berdasarkan pemutakhiran data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Selasa pukul 18.45 WIB, sebanyak 32 jiwa dari sembilan kepala keluarga kini mengungsi.

Para pengungsi ditempatkan di tiga titik aman, yakni Mapolres Solok, Rumah Dinas Wakil Bupati Solok, dan Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Solok.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Gandeng KPK Perkuat Tata Kelola Pasokan Energi

Kerusakan juga meluas ke fasilitas publik. Dua kantor pemerintahan mengalami rusak berat, sembilan kantor rusak ringan, dan satu fasilitas kesehatan ikut terdampak.

Selain itu, 21 unit mobil dan tujuh sepeda motor rusak terendam atau terseret arus.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengonfirmasi langkah penanganan darurat yang tengah berjalan.

"Pada Selasa (22/9) pagi, tim SAR gabungan melakukan susur sungai untuk memastikan keberadaan warga yang masih dalam pencarian," kata Berton.

Untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi dan mendukung penanganan darurat, UPT BNPB Kota Padang telah memberangkatkan bantuan logistik ke Kabupaten Solok.

Bantuan yang disalurkan mencakup 100 kilogram beras, 50 paket sembako, lima dus minyak goreng, 10 dus sarden, 100 selimut, dan 20 dus air mineral.

Pemerintah daerah bersama BNPB terus berkoordinasi demi mempercepat penanganan pascabencana di lapangan.

EDITOR: Sabik Aji Taufan