JawaPos.com - Viral istri para pejabat di Banua Lawas, Tabalong, Kalimantan Selatan, dikipasi dengan tepas dalam acara peringatan Maulid Nabi beberapa waktu lalu. Fenomena itu dihujat netizen lantaran sudah ada kipas angin listrik.
Diketahui para istri pejabat yang dikipasi dengan tepas itu terjadi dalam rangkaian Tradisi Makan Batalam Bekipas Pangeran.
Dalam video tersebut, sejumlah tamu terlihat menyantap hidangan secara bersama-sama dari satu talam. Di sisi mereka, beberapa orang berdiri sambil menggunakan kipas tangan untuk mengipasi para tamu yang sedang makan.
Tradisi tersebut kemudian memunculkan beragam respons warganet. Sebagian mempertanyakan alasan praktik itu masih dipertahankan dan mengaitkannya dengan feodalisme.
Baca Juga: Eks Pejabat Kemenag Ungkap Alasan Keselamatan di Balik Pengaturan Kuota Haji 2024
Beberapa bahkan menyindir para istri pejabat itu seperti makanan karena dikipasi dengan tepas.
"Kirain sate madura," komentar salah satu netizen Instagram, dikutip Rabu (16/9)..
Ada pula warganet yang mempertanyakan penggunaan kipas tangan di tengah tersedianya kipas angin listrik.
“Ada namanya alat elektronik, kipas angin, tinggal colok ke listrik,” tulis pengguna lainnya.
Pertanyaan serupa muncul terkait orang yang bertugas mengipasi para tamu. “Berapa gaji ngipasin keluarga para pejabat?” tulis akun lain.
Meski begitu, tradisi tersebut juga mendapat pembelaan dari sebagian warganet. Mereka menilai aksi mengipasi tamu tidak semata-mata berkaitan dengan status sosial, melainkan bagian dari tata krama yang berlaku dalam tradisi setempat.
“Itu namanya adab ya teman-teman, kalian tidak menghormati yang tua?” tulis seorang pengguna.
Perdebatan di media sosial itu pun memperlihatkan adanya perbedaan cara pandang terhadap tradisi Makan Batalam Bekipas Pangeran, antara yang melihatnya sebagai bagian dari adat dan penghormatan dengan mereka yang mempertanyakannya dari perspektif kesetaraan sosial.