← Beranda
Hadapi Otomasi dan AI, Kapolri Minta Pekerja Perkuat Keterampilan dan Kemampuan Manajerial
Dhimas GinanjarSelasa, 15 September 2026 | 02.57 WIB
Kapolri Listyo Sigit di Acara HUT ke-53 Federasi Serikat Pekerja Tekstil, Sandang dan Kulit (FSP TSK) KSPSI AGN di PT Pratama Abadi Industri, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (14/9). (Mabes Polri)

JawaPos.com - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mendorong pekerja meningkatkan keterampilan, penguasaan teknologi, dan kemampuan manajerial.

Menurutnya, peningkatan kompetensi diperlukan agar pekerja mampu beradaptasi dengan perubahan dunia kerja dan bersaing secara global.

Pesan tersebut disampaikan Kapolri pada Puncak Acara HUT ke-53 Federasi Serikat Pekerja Tekstil, Sandang dan Kulit (FSP TSK) KSPSI AGN di PT Pratama Abadi Industri, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (14/9/2026).

Kapolri mengatakan perkembangan teknologi, otomasi, dan kecerdasan buatan yang berlangsung cepat telah mengubah kebutuhan dunia industri.

Perubahan tersebut menuntut peningkatan kualitas tenaga kerja agar tetap relevan dengan perkembangan sektor usaha.

Industri tekstil, sandang, kulit, dan alas kaki juga menghadapi persaingan global serta ketergantungan terhadap sebagian bahan baku impor.

Sektor tersebut juga menghadapi tingginya biaya energi dan logistik. Karena itu, penguatan teknologi dan kompetensi pekerja menjadi salah satu kunci menjaga daya saing industri nasional.

“Di tengah perubahan dunia kerja yang semakin cepat, peningkatan kesejahteraan harus berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi dan produktivitas pekerja,” ujar Kapolri.

Menurut Kapolri, pekerja perlu terus mengembangkan kemampuan agar tidak hanya mampu menjalankan tugas saat ini.

Peningkatan kemampuan tersebut juga diperlukan agar pekerja siap menghadapi perubahan kebutuhan industri pada masa mendatang.

“Rekan-rekan buruh harus terus meningkatkan keterampilan, penguasaan teknologi, dan kemampuan manajerial agar mampu beradaptasi dan bersaing secara global,” kata Kapolri.

Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia akan diperkuat melalui Pusat Pendidikan dan Pelatihan KSPSI AGN di Purwakarta yang segera diresmikan.

Kapolri berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan untuk memberikan pendidikan dan pelatihan kepada anggota KSPSI sekaligus membekali pekerja dengan keahlian baru.

“Saya berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk pendidikan dan pelatihan anggota KSPSI, sehingga mampu meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan kualitas sumber daya pekerja,” tutur Kapolri.

Dalam transkrip sambutannya, Kapolri juga mencontohkan SMK Mitra Industri di Kawasan MM2100, Bekasi, yang mempersiapkan tenaga kerja terampil.

Model pengembangan sumber daya manusia tersebut dinilai dapat diterapkan di kawasan industri lainnya.

Kapolri menegaskan peningkatan kompetensi bukan hanya menjadi tanggung jawab pekerja.

Perusahaan juga perlu menyediakan ruang dan dukungan agar buruh dapat mengembangkan kemampuan sesuai kebutuhan industri.

Di sisi lain, pekerja diharapkan membangun budaya kerja yang disiplin dan inovatif.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia diperlukan untuk mendukung transformasi industri, memperkuat produktivitas, serta membuka kesempatan bagi pekerja menduduki posisi manajerial dan strategis di perusahaan.

Penguatan kompetensi juga berkaitan erat dengan kesejahteraan.

Semakin tinggi kemampuan dan profesionalisme tenaga kerja, semakin besar kontribusinya terhadap pertumbuhan perusahaan dan daya saing industri.

“Perusahaan juga harus memberikan ruang dan dukungan bagi peningkatan kompetensi pekerja, sekaligus terus tumbuh dan berkembang, memenuhi hak-hak pekerja, serta menempatkan pekerja sebagai mitra dan aset penting perusahaan,” pungkas Kapolri.

EDITOR: Dhimas Ginanjar