← Beranda
Sespimti Polri Ingatkan Kolaborasi Banyak Pihak Atasi dan Cegah Karhutla
Tazkia Royyan HikmatiarSabtu, 12 September 2026 | 05.03 WIB
Ketua Senat Sespimti Polri Angkatan 36, Kombes Pol Dony Alexander, dalam Focus Group Discussion (FGD) pencegahan dan penanggulangan karhutla yang digelar Satuan Tugas (Satgas) Edukasi Karhutla Sespimti Polri Angkatan 36 di Kecamatan Samboja Barat, Kalimantan Timur (Istimewa)

JawaPos.com - Sespimti Polri Angkatan 36 mengingatkan pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membutuhkan kolaborasi banyak pihak mulai dari pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, akademisi, tokoh masyarakat, tokoh adat hingga masyarakat.

Hal itu disampaikan Ketua Senat Sespimti Polri Angkatan 36, Kombes Pol Dony Alexander, dalam Focus Group Discussion (FGD) pencegahan dan penanggulangan karhutla yang digelar Satuan Tugas (Satgas) Edukasi Karhutla Sespimti Polri Angkatan 36 di Kecamatan Samboja Barat, Kalimantan Timur.

Dony mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja Satgas Edukasi Karhutla sekaligus bentuk kepedulian dan kontribusi dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan.

Baca Juga: Resep Potato Salad Viral, Gampang Dibuat dengan Hashbrown dan Saus Mayo

"Karhutla merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang hingga saat ini masih menjadi tantangan serius di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Kalimantan Timur," kata Dony, Jumat (11/9).

Menurutnya, karhutla tidak hanya menyebabkan kerusakan lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan kabut asap yang berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Kondisi tersebut juga berpotensi mengganggu aktivitas pendidikan dan perekonomian.

Karena itu, upaya pencegahan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu instansi atau pihak saja.

"Upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla tentunya tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi dan kolaborasi yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan," ucapnya

FGD tersebut menjadi wadah untuk mengidentifikasi wilayah yang berpotensi menjadi titik rawan karhutla di Kecamatan Samboja Barat. Forum itu juga membahas langkah strategis dan operasional, seperti penguatan sistem deteksi dini, patroli terpadu hingga edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya membuka lahan dengan cara membakar.

Baca Juga: Anak-Anak Aris Sangat Syok Setelah Ibunya Diduga Selingkuh

"Kami berharap dapat terjalin diskusi yang konstruktif untuk mengidentifikasi wilayah-wilayah yang menjadi titik rawan kebakaran, sehingga langkah antisipasi dapat dilakukan secara lebih terarah dan tepat sasaran," kata Dony.

Ia menambahkan, koordinasi antarlembaga juga perlu diperkuat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan efektif ketika terjadi kebakaran.

Satgas Edukasi Karhutla Sespimti Polri Angkatan 36 turut menghimpun berbagai masukan dan rekomendasi dari peserta FGD untuk menjadi bahan penyusunan program edukasi serta rencana aksi pencegahan karhutla.

"Kami menyadari bahwa keberhasilan pencegahan karhutla sangat bergantung pada kesiapsiagaan dini, deteksi yang cepat, serta respons yang terkoordinasi dengan baik dari semua pihak," ujar Dony.

Ia berharap hasil diskusi tidak berhenti sebagai pembahasan dalam forum, tetapi dapat menjadi landasan untuk melakukan langkah konkret di lapangan serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman karhutla.

"Kami sangat mengharapkan partisipasi aktif dan pemikiran kritis dari seluruh pihak, agar hasil diskusi hari ini dapat memberikan manfaat nyata dan menjadi landasan bagi langkah-langkah konkret di lapangan," pungkasnya.

EDITOR: Bintang Pradewo