← Beranda
Dinkes Pati Catat 424 Orang Diduga Keracunan MBG, Bertambah dari Hari Sebelumnya 
Dimas ChoirulSabtu, 12 September 2026 | 01.55 WIB
Puluhan siswa dirawat di RSUD Soewondo pada Rabu (9/9), karena diduga keracunan MBG. (Radar Pati)

 

 

JawaPos.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Pati mencatat, pada Jumat (11/9), 424 orang mengalami gejala usai mengonsumsi paket Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gembong 01.

Kepala Dinkes Pati Luky Pratugas Narimo mengatakan, para korban berasal dari sejumlah satuan pendidikan dan layanan masyarakat yang menerima distribusi makanan dari SPPG Gembong 01. Mereka berasal dari SMPN 1 Gembong, MTsN 3 Pati, MTs Mambaul Ulum, SDN Gembong 03, MI Miftahul, serta Posyandu Anggrek.

"Data terkini Jumat, 11 September 2026 cut off per jam 11.00. Jumlah korban dugaan keracunan makakanan MBG SPPG Gembong 1 sebagai berikut, bergejala 424 orang," ujar Luky, dilansir Radar Pati (Jawa Pos Group), Jumat (11/9).

Dari jumlah tersebut, 58 korban menjalani rawat inap di RSUD Soewondo, RS Mitra Bangsa, RS KSH, dan RS Fastabig Sehat. Sementara 322 korban menjalani rawat jalan.

Rinciannya, dari SMPN 1 Gembong terdapat 16 korban rawat inap dan 95 rawat jalan. MTsN 3 Pati mencatat 18 rawat inap dan 157 rawat jalan. Kemudian MTs Mambaul Ulum terdapat 11 rawat inap dan 11 rawat jalan.

Selanjutnya, SDN Gembong 03 mencatat satu korban rawat inap dan 38 rawat jalan. Dari MI Miftahul, satu korban menjalani rawat inap. Sedangkan Posyandu Anggrek mencatat satu korban rawat inap dan 18 rawat jalan.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan sehari sebelumnya. Pada Kamis (10/9), Dinkes Pati mencatat 269 warga mengalami gejala. Data terbaru menunjukkan adanya tambahan jumlah korban yang cukup signifikan.

Luky mengatakan penambahan jumlah korban masih terus dipantau petugas kesehatan. Meski jumlahnya meningkat, seluruh pasien sejauh ini masih dapat ditangani.

"Ada penambahan yang bergejala. Sejauh ini penanganan kesehatan masih bisa tertangani," jelasnya.

Baca Juga: UGD Tak Muat, 179 Siswa SD Keracunan MBG di Lombok Dilarikan ke Kantor Camat

Di sisi lain, kondisi sejumlah pasien rawat inap mulai membaik. Beberapa pasien yang dinilai sudah cukup sehat bahkan telah diperbolehkan pulang dan melanjutkan pemulihan melalui rawat jalan. "Rawat inap juga sudah ada yang bisa pulang," ungkap Luky. (*)

 

EDITOR: Dinarsa Kurniawan