JawaPos.com - Seorang santriwati berinisial FN mengaku diperkosa atau dirudapaksa sebanyak dua kali oleh NH alias GN di Pondok Pesantren Ash-Sholihah Jonggrangan, Sleman, DIY.
Kuasa hukum korban, Gusti Rian Saputra mengatakan,berdasarkan keterangan korban, kejadian memilukan tersebut terjadi pada akhir Desember 2025 dan Januari 2026.
Kasus rudapaksa itu kini telah dilaporkan secara resmi ke Polres Sleman pada Senin (7/9).
Keterangan korban diperkuat pernyataan pihak Ponpes Ash-Sholihah yang menyatakan bahwa GN mengakui telah berhubungan seksual dengan korban secara paksa dan tanpa persetujuan korban.
Baca Juga: Santriwati di Sleman Hamil 8 Bulan, Diduga Diperkosa Pengasuh Ponpes
Gusti mengungkapkan, perlakuan tidak pantas dialami korban setelah dirinya diminta datang ke ruangan GN dengan alasan yang bersangkutan sedang sakit dan membutuhkan pertolongan.
Setelah berada di dalam ruangan, GN langsung mengunci pintu dan korban dipaksa melakukan hubungan seksual.
“Saya takut dan berusaha keluar, tetapi saya tidak bisa melarikan diri,” ujar Gusti menirukan keterangan korban saat dikonfirmasi JawaPos.com, Kamis (10/10).
Setelah dirudapaksa, korban mengaku diminta GN untuk tidak menceritakan kejadian tersebut kepada orang tua, saudara, maupun teman dekatnya.
Terlapor bahkan disebut mengancam bakal menghancurkan keluarga korban apabila mengetahui kejadian tersebut.
Baca Juga: Habib Mahdi Ungkap Kondisi Terkini Sejumlah Korban Pelecehan Seksual Syekh Ahmad Al Misry
Gusti melanjutkan, korban mengaku kembali dilecehkan terlapor pada Januari 2026.
Saat itu, ia berada di lingkungan pondok untuk membantu menjaga anak-anak GN ketika istrinya berada di rumah sakit untuk melahirkan.
Korban Dirudapaksa saat Menjaga Anak Pelaku
Saat itu, korban mengaku panik ketika mengetahui GN kembali ke pondok dan berusaha meninggalkan lokasi. Namun, ia dihalangi untuk keluar dan pintu kemudian dikunci.
Korban sempat berusaha melawan dan melarikan diri, tetapi tidak berhasil. Korban mengaku kemudian didorong ke atas kasur dan dirudapaksa kembali.
"Korban menangis dan berusaha melawan, namun mulutnya ditutup dan tangan dicengkeram," jelas Gusti.
Baca Juga: Bek Real Madrid Raul Asencio Terbebas dari Tuduhan Pelecehan Seksual
Beberapa waktu kemudian, korban mengetahui dirinya hamil. Ia mengaku telah melakukan pemeriksaan menggunakan test pack dan memperoleh hasil positif.
FN kemudian menghubungi GN untuk menyampaikan kabar perihal kehamilannya.
Saat itu, GN disebut menyarankan korban mengonsumsi nanas dan jamu agar menstruasinya segera datang.
FN juga mengaku diminta GN menggugurkan kehamilan tersebut agar keluarganya tidak mengetahui kejadian yang dialaminya.
Gusti melanjutkan, selama berbulan-bulan, FN mengaku menyimpan peristiwa tersebut seorang diri karena ketakutan dan trauma.
Baca Juga: Sidang Perdana E SENS Digelar, Rapper Ini Tegas Bantah Tuduhan Pelecehan Seksual
Ia baru menceritakan kejadian yang dialaminya kepada keluarga ketika merasa berada dalam kondisi yang lebih aman.