← Beranda
Perpaduan Tradisi dan Kreasi, Festival Tong-Tong Sumenep Sukses Pikat Ribuan Warga
ARMSenin, 7 September 2026 | 00.12 WIB
Kemeriahan Festival Musik Tong-Tong Se-Madura 2026 di Sumenep, Madura pada Sabtu (5/9) malam. (Istimewa)

JawaPos.com – Ribuan orang memadati sejumlah ruas jalan di Kabupaten Sumenep untuk menyaksikan Festival Musik Tong-Tong Se-Madura 2026 pada Sabtu (5/9) malam. Event yang masuk kalender Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 tersebut menjadi salah satu upaya memperkuat pelestarian musik tradisional Madura sekaligus mendorong kreativitas para seniman.

Festival tersebut diikuti 27 kelompok musik tong-tong dari empat kabupaten di Madura. Kegiatan tersebut digelar Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama keluarga besar FKPPI Cabang Sumenep.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengapresiasi seluruh peserta dan pihak yang terlibat. Menurutnya, festival bukan sekadar ajang perlombaan. Melainkan ruang bagi seniman untuk mengembangkan kreativitas tanpa meninggalkan karakter asli musik tong-tong.

"Para seniman musik tong-tong agar meningkatkan kreativitas dalam setiap penampilan, melalui aransemen musik yang inovatif, menarik, dan tetap mempertahankan karakter khas musik tong-tong sebagai warisan budaya daerah," kata Fauzi.

Dia menilai pengembangan aransemen penting untuk menjaga eksistensi musik tong-tong sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Sumenep. Inovasi diperlukan agar kesenian tersebut tetap hidup, berkembang, serta mampu menarik perhatian generasi muda.

"Pelaku musik tong-tong berkreativitas dalam aransemen menjadi bagian penting agar masyarakat semakin meminati musik tong-tong. Khususnya generasi muda," terang Fauzi.

Menurut Fauzi, perpaduan ritme, pola tabuhan, kekompakan pemain, dan pengembangan komposisi dapat membuat pertunjukan lebih dinamis. Namun, kreativitas tersebut harus tetap berpijak pada nilai dan identitas musik tong-tong.

"Seniman tong-tong berinovasi dan mengembangkan kualitas aransemen musiknya, jangan sampai kehilangan jati diri musik tong-tong, namun kreativitasnya harus menjadi kekuatan untuk membuat budaya WBTB Sumenep semakin terkenal," tegasnya.

Fauzi berharap setiap festival dapat menjadi ruang bagi seniman untuk melahirkan karya dan pertunjukan yang semakin berkualitas. Dengan demikian, musik tongtong tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya, tetapi juga mampu memiliki daya saing dan dikenal lebih luas.

 

"Musik tong-tong merupakan salah satu kekayaan budaya Madura yang harus terus kita jaga dan kembangkan. Festival ini menjadi ruang bagi para seniman untuk berkreasi sekaligus memperkenalkan budaya Madura kepada masyarakat," ujarnya.

Masuknya Festival Musik Tong-Tong dalam kalender KEN 2026 diharapkan turut memperluas jangkauan promosi budaya Sumenep. Pemkab menargetkan event tersebut mampu menarik perhatian wisatawan nusantara hingga mancanegara."Terima kasih kepada semua pihak yang telah menyukseskan festival ini. Selamat kepada para pemenang," ungkap Fauzi. (ARM)

Berikut pemenang Festival Musik Tong-Tong Se-Madura 2026 di Sumenep.

JUARA UMUM

BALADEWA

PENYAJI TERBAIK 

1. BALADEWA 

2. SAT SET SOT 

3. PECCOT NGAMOX 

4. KRAMAT 

5. BAGASPASTI 

6. SUBUR MAKMUR 99 

7. PUTRA SBR 

8. BARONG IRENG 

9. ANGIN RIBUT 

10. PUTRA SIDING PURI 

ARANSEMEN TERBAIK 

1. BALADEWA 

2. SAT SET SOT 

3. KRAMAT 

4. BAGASPASTI 

5. SUBUR MAKMUR 99 

PENARI TERBAIK 

1. PECCOT NGAMOX 

2. PORNAMA ALAM 

3. PUTRA SBR 

4. ANGIN RIBUT 

5. GONG MANIA 

DEKORASI TERBAIK 

1. SABDA ALAM 

2. SUBUR MAKMUR 99 

3. MEGA REMMENG 

4. PUTRA SBR 

5. KACONK MADURA 

6. PANGERAN SOENGENNEP 

7. JOKOMARO 

8. ANGIN RIBUT 

9. GONG MANIA 

10. PUTRA SIDING PURI

 

EDITOR: Diar Candra