JawaPos.com - TNI telah menyiagakan 1.012 prajurit untuk membantu penanggulangan dampak bencana erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut)
Ribuan pasukan itu dikerahkan pasca otoritas terkait meningkatkan level aktivitas Gunung Sinabung menjadi siaga.
Inisiatif tersebut diambil meski belum ada permintaan dari pemerintah daerah (pemda) setempat.
”TNI melaksanakan respons cepat sekaligus langkah antisipatif menyikapi meningkatnya aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara,” ujar Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (3/9).
Baca Juga: Gunung Sinabung Erupsi Lagi, Muntahkan Kolom Abu 3.500 Meter, Status Siaga
Selain ribuan prajurit, TNI juga menyiapkan sarana dan prasarana pendukung operasi.
Tujuannya untuk mengantisipasi dinamika dan perkembangan situasi. Mengingat potensi erupsi masih ada.
”Kesiapan TNI didukung kendaraan, perlengkapan evakuasi, alat kesehatan dan komunikasi, serta penyiapan lokasi evakuasi,” kata dia.
Saat ini, TNI juga sudah menyiapkan Posko Utama di Markas Kodim 0205/Tanah Karo dan Poskotis di Koramil 04/Simpang Embat untuk mendukung koordinasi dan penanganan di lapangan.
TNI mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas dalam radius 3 hingga 4,5 kilometer dari puncak Gunung Sinabung serta mewaspadai potensi bahaya lahar di sekitar aliran sungai.
Baca Juga: Ratusan Warga Kuta Tengah Memilih Mengungsi Pasca Erupsi Gunung Sinabung
”8 desa yang berada di zona merah telah dikosongkan seluruhnya,” ungkap Agung dalam keterangan yang sama.
Tidak sampai di situ, TNI juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menyiapkan 4 SPPG di lokasi yang berpotensi terdampak bencana.
Serta memastikan ketersediaan 650 ton beras di Gudang Bulog Tanah Karo sebagai bagian dari kesiapan dukungan logistik.
TNI juga terus memonitor perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan pemda serta instansi terkait guna memastikan kesiapan personel dan sarana pendukung.
Sebelumnya, Gunung Sinabung erupsi dan memuntahkan kolom abu setinggi 3.500 meter pada Senin (31/8).
Baca Juga: Bekali 1.482 Penyuluh Pencegahan dan Penanganan Karhutla, TNI Tekankan Sebagai Misi Kemanusiaan
Aktivitas tersebut direspons dengan peningkatan status dari level II waspada menjadi level III siaga.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton S. P. Panjaitan menyampaikan bahwa berdasar hasil pemantauan visual dan rekaman instrumental, terjadi peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Sinabung yang cukup signifikan.
Karena itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan peningkatan status Gunung Sinabung dari level waspada menjadi level siaga. Status itu berlaku terhitung mulai Senin (31/8) pukul 12.30 WIB.
”Hasil pemantauan dari rekaman instrumental dan pengecekan kondisi di lapangan, abu vulkanik cenderung mengarah ke timur-tenggara atau menuju wilayah Kota Berastagi,” terang Berton.
Baca Juga: Tak Pernah Melarang! Jenderal Maruli Simanjuntak Terbuka Suku Dayak Bertato Gabung TNI AD