JawaPos.com - Sedikitnya 170 pendaki terjebak di blok Ranu Kembang, kawasan Ranu Kumbolo, Gunung Semeru saat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan itu.
Kini, seluruh pendaki dipastikan sudah turun dari Ranu Kumbolo dan dalam kondisi aman.
Pranata Humas Balai Besar Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Endrip Wahyutama mengatakan seluruh pendaki saat ini telah kembali ke Ranupani sekitar pukul 14.30 WIB.
"Selama proses turun, para pendaki didampingi oleh pemandu dari Peralatan Pendakian Gunung dan Survival Teknik (PPGST) dan petugas TNBTS yang berjaga di jalur," ujar Endrip saat dihubungi JawaPos.com, Kamis (27/8).
Baca Juga: Usai Kunjungan Prabowo, Penanganan Karhutla di Riau Dilengkapi Sistem Pencegahan Permanen
Di sisi lain, proses pemadaman kebakaran masih terus berlangsung di Blok Pangonan Cilik.
Petugas di lapangan yang terdiri dari MPA, Saver, PPGST, Porter, BPBD, serta TNI-Polri masih melakukan pemadaman titik api serta pembuatan sekat bakar untuk mengendalikan api.
"Kondisi di lapangan cukup menantang karena angin dan medan yang curam," katanya.
Sementara itu, akibat kebakaran tersebut Balai Besar TNBTS menutup sementara jalur pendakian Gunung Semeru sejak Rabu (26/8) sampai batas waktu yang belum ditentukan.
Bagi pengunjung yang telah melakukan pembelian tiket masuk melalui sistem booking online bisa mengajukan pengembalian biaya atau penjadwalan setelah pendakian kembali dibuka.
Baca Juga: 350 Personel Gabungan Bergiliran Padamkan Karhutla di Nabire Papua Tengah