JawaPos.com - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menyoroti pendampingan psikososial korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), terutama kelompok rentan seperti lansia dan anak.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan selain bantuan kemanusiaan berupa logistik, pemproglv juga mengirimkan tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP) yang terdiri dari 5 orang.
"Tim LDP ini ada 5 orang dan sudah 3 hari berada di sini. Jadi yang bisa kita lakukan melalui tim trauma healing ini memberikan penguatan kepada anak-anak, bapak-ibu dan lansia," tuturnya, Senin (24/8).
Pendampingan psikososial bagi lansia difokuskan untuk membantu menenangkan kondisi emosional, mengurangi kepanikan, serta meredakan tekanan dan stres yang muncul setelah mereka mengalami bencana gempa.
Dalam prosesnya, tim menggunakan teknik defusing dan debriefing, yakni memberikan kesempatan kepada lansia untuk menceritakan pengalamannya. Pendekatan ini diharapkan mencegah munculnya trauma lanjutan.
Baca Juga: Pemprov Jatim Kirim 65,7 Ton Bantuan Gempa NTT, dari Beras hingga Obat-obatan
Menurut Khofifah, pendampingan psikososial membutuhkan proses berkelanjutan dan tidak cukup dilakukan sekali. Selama warga masih berada di posko pengungsian, dukungan emosional perlu terus diberikan.
“Penguatan, konseling dan trauma healing ini membutuhkan waktu. Karena itu, selama masih dalam situasi bencana, pendampingan perlu terus dilakukan agar anak-anak, bapak-ibu dan lansia bisa kembali kuat,” seru Khofifah.
Selain layanan psikososial, ia juga memastikan lansia korban gempa tetap mendapatkan layanan kesehatan. Mereka tetap perlu dipantau karena berada dalam situasi pengungsian setelah mengalami gempa.
Sebagai informasi, Pemprov Jawa Timur telah mengirimkan 17 tenaga medis, terdiri dari dokter ortopedi dan perawat sejak 17 Agustus 2026. Kereta membantu pelayanan kesehatan di RSUD Ruteng, Manggarai.
“Untuk para lansia, mereka membutuhkan perhatian dan pendampingan. Kita berharap layanan kesehatan bisa berjalan dengan baik sehingga mereka merasa lebih aman dan tidak sendiri dalam menghadapi situasi ini,” ucapnya.
Khofifah menegaskan pemulihan korban bencana membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah, relawan, dan masyarakat diharapkan bersama-sama memberikan dukungan sesuai kapasitas masing-masing.
“Kita semua bersaudara. Yang penting sekarang bagaimana kita bersama-sama memberikan penguatan agar mereka tidak merasa sendiri dalam menghadapi ujian ini,” pungkas Gubernur Khofifah.