← Beranda
Yakin Jadi Ketum PBNU, Gus Salam Optimis Bisa Raih 60 Persen Suara di Muktamar NU
Syahrul YunizarMinggu, 23 Agustus 2026 | 17.39 WIB
Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang, Abdussalam Shohib alias Gus Salam. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Kiai Abdussalam Shohib alias Gus Salam yakin mampu meraih 60 persen suara dalam pertarungan memperebutkan kursi ketua umum PBNU dalam Muktamar ke-35 NU pada 27-31 Agustus 2026. 

Dia menyampaikan, kosolidasi telah dilakukannya secara masif ke berbagai daerah di tanah air. Dia telah meminta restu kepada para kiai dan jajaran NU di tingkat bawah.

“Kami telah bersilaturrahim secara langsung, bertemu secara fisik dengan para fungsionaris di 30 PWNU, dan lebih dari 470 PCNU seluruh Indonesia,” ujar Gus Salam, Minggu (23/8).

Selain pertemuan fisik, komunikasi intensif terus berjalan melalui sambungan jarak jauh. Ia bersama timnya membangun komunikasi dengan semua fungsionaris PWNU, PCNU, dan PCINU. 

Baca Juga: BNPB Catat 53.971 Rumah Rusak Akibat Gempa NTT, Terbanyak di Manggarai Timur 

“Komunikasi itu kami lakukan baik dalam forum-forum tertentu maupun secara personal. Intinya, semua yang telah kami temui dan komunikasikan saat ini sudah masuk dalam Daftar Peserta Tetap atau DPT Muktamar ke-35 NU,” jelasnya.

Berdasarkan data DPT, jumlah total PWNU, PCNU, dan PCINU yang berhak memiliki suara di Muktamar 35 adalah 556 lembaga. Angka ini menjadi basis perhitungan tim Gus Salam dalam memetakan dukungan.

“Dari hasil silaturrahim dan komunikasi itu, kami optimis bisa meraih dukungan di atas 60 persen dari pemilik suara," tegasnya.

Optimisme ini didasari oleh 3 alasan utama. Pertama gagasan rekonsiliasi total dan menghidupkan kembali ruh perjuangan pendiri NU. Menurutnya, warga NU di daerah rindu kepemimpinan yang mempersatukan, bukan memecah. 

Kedua, memiliki latar belakang dari pesantren dan pemimpin muda yang visioner.

“Berita, artikel yang saya tulis dan kegiatan saya, baik ngaji, silaturrohim, sowan maupun di forum pertemuan yang diunggah di platform media sosial, menjadi perhatian mereka. Mereka mencermati visi saya tentang transformasi NU dan masa depan pesantren melalui media," ujarnya.

Ketiga, ikhtiar yang ia lakukan untuk mendapatkan kepercayaan dari fungsionaris NU, peserta Muktamar, baik di Indonesia maupun di luar negeri berangkat dari perintah guru, kiai serta keprihatinannya terhadap kondisi PBNU yang diterpa konflik.

“Ini amanat guru. Saya bertekad berjuang hingga tuntas di Muktamar ke-35 NU. Tidak lain untuk mewujudkan perintah Guru-Kyai saya, KH Nurul Huda Djazuli," tandas Gus Salam.

EDITOR: Sabik Aji Taufan