← Beranda
Kerahkan Personel Padamkan Karhutla di Jambi
Ilham SafutraSabtu, 22 Agustus 2026 | 17.14 WIB
Petugas Damkar dari PetroChina International Jabung Ltd ikut memadamkan api kebakaran hutan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jambi memang tidak sebesar di Kalimantan. Namun, potensinya bisa meluas jika tidak diantisipasi lebih cepat. Untuk itu, pengerahan pasukan untuk pemadaman sangat penting sekali. 

Sebagaimana yang dilakukan PetroChina International Jabung Ltd di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di Wilayah Kerja Jabung itu pengerahkan personel dan alat untuk pemadaman karhutla di Tanjung Jabung Barat dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Bahkan keterlibatan PetroChina dalam pemadaman karhutla di Jambi sudah dua bulan terakhir atau 10 kali. Tepatnya pemadaman itu di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Dalam pemadaman, PetroChina personel dan peralatan. Mulai dari fire truck, Vacuum Truck, portable fire pump, serta tim penanganan karhutla. Penanganan di sekitar jalur pipa dan fasilitas NEB Station di Pematang Lumut, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. 

Baca Juga: Asap Sudah Lintas Batas Indonesia-Malaysia, Pemadaman Karhutla Fokus di 6 Provinsi

1.842 Titik Panas di Kalimantan

Pemerintah terus berupaya memadamkan api di areal karhutla di wilayah Kalimantan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus melakukan pemantauan perkembangan titik panas.

Berdasarkan data SiPongi, pemantauan satelit NASA-NOAA 20 pada 21 Agustus 2026 pukul 14.14 WIB, tercatat 1.842 titik panas di lima provinsi di Kalimantan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.832 titik terpantau dengan tingkat kepercayaan sedang (medium confidence) dan 10 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence). 

“Data titik panas menjadi salah satu rujukan dalam pemantauan perkembangan potensi karhutla dan menentukan kebutuhan penanganan di lapangan,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton S.P. Panjaitan melalui keterangan tertulis, dikutip Sabtu (22/8).

SiPongi merupakan sistem yang menyajikan informasi hotspot terkini serta informasi terkait kebakaran hutan dan lahan. 

Baca Juga: 1 Orang Utan Dievakuasi dari Ancaman Karhutla, 3 Ekor Lagi Masih Dicari

Kalimantan Tengah mencatat jumlah titik panas terbanyak, yakni 976 titik. Terdiri atas 968 titik dengan tingkat kepercayaan sedang dan 8 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi. 

Selanjutnya Kalimantan Barat dengan 489 titik. Terdiri atas 487 titik dengan tingkat kepercayaan sedang dan 2 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi.

Sementara itu, Kalimantan Timur tercatat 237 titik panas; Kalimantan Selatan 125 titik; dan Kalimantan Utara 15 titik. Seluruh titik panas di tiga provinsi tersebut terpantau dengan tingkat kepercayaan sedang.

EDITOR: Ilham Safutra