JawaPos.com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dijadwalkan bertolak ke Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu, 23 Agustus 2026, guna memastikan bantuan dari Jatim tersalurkan kepada korban gempa.
Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Khofifah setelah memberangkatkan bantuan logistik dan obat-obatan seberat 64,4 ton di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya pada Kamis malam (20/8).
"Saya sendiri Insyaallah tanggal 23 (Agustus) berangkat ke sana (NTT) pesawat jam 5 pagi. Pak Sekda (Adhy Karyono) dan Kalaksa BPBD (Gatot Soebroto) juga insyaallah ke sana," kata Khofifah.
Baca Juga: Marc Klok Ungkap Mentalitas Persib Bandung, Bikin Comeback Lawan Bali United
Selain memastikan bantuan logistik tersalurkan, kunjungannya ke NTT juga ingin melihat langsung kebutuhan masyarakat terdampak, sehingga dukungan yang diberikan sesuai kondisi di lapangan.
"Nah apakah di sana (NTT) membutuhkan tambahan relawan? Ini kan jangan sampai adanya kita (kehadiran relawan) itu numpuk di sana, ini yang harus dipastikan. Pada dasarnya, kita ini supporting system," imbuhhya.
Pemprov Jatim tidak ingin menambah beban daerah yang sudah memiliki tim penanganan bencana. Oleh karena itu, bantuan akan diarahkan untuk memperkuat tim yang telah tersedia, termasuk opsi membuka posko.
"Ini sedang kita hitung apakah masih dibutuhkan dapur umum lapangan. Kalau kita dapur umum lapangan dirasakan masih harus ditambah, maka Dinas Sosial dan BPBD akan menyiapkan itu," kata Khofifah.
Baca Juga: Bukan Soal Banyak Uang, 7 Sikap Ini Bisa Membuat Hidup Lebih Bahagia
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) sudah dua kali mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk korban gempa di NTT. Bantuan pertama, yakni 8,4 ton logistik dikirimkan pada Senin (17/8).
Bantuan kemanusiaan kedua dikirimkan hari ini, Kamis malam (20/8) dengan kapasitas 64,4 ton. Pemprov Jatim menargetkan bantuan yang dikumpulkan oleh BPBD bersama perangkat daerah (PD) terkait mencapai 100 ton.
"Jadi kita waktu itu (17 Agustus 2026) bisa kirim 8,4 ton (logistik dan tim kesehatan). Dan malam ini yang sudah terkumpul sekitar 64 ton, kita punya target sampai dengan 100 ton," ucap Khofifah.
Adapun bantuan yang dikirimkan bukan cuma logistik (makanan, pakaian, dan peralatan mandi), ada juga obat-obatan yang sudah diresepkan oleh tim medis yang sudah lebih dulu diberangkatkan pada 17 Agustus 2026.
"Kita berharap bahwa ini bantuan kemanusiaan untuk saudara kita yang terdampak gempa di NTT, agar mereka merasa tidak sendirian, karena semua daerah Indonesia ini gotong royong membantu," pungkasnya. (*)