JawaPos.com - Gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) lalu mengakibatkan kerusakan cukup parah dan membuat banyak warga terdampak. Sedikitnya, ada sekitar 11.925 unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan. Dengan rincian sekitar 5.516 rumah mengalami rusak berat, 1.916 rusak sedang, dan 4.493 rusak ringan.
Kondisi tersebut mendorong sejumlah pihak turun tangan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak. Salah satunya pendakwah Gus Miftah yang menyiapkan bantuan kemanusiaan sebesar Rp 500 juta untuk meringankan beban para korban gempa di NTT.
Gus Miftah mengatakan bantuan tersebut merupakan dana pribadinya untuk membantu warga yang paling membutuhkan. Dana sebesar Rp 500 juta tersebut telah ditransfer kepada jaringan Gus Miftah dari Banser yang berada di NTT agar dapat segera dibelanjakan untuk keperluan korban terdampak.
"Besok (hari ini,red) saya berangkat ke NTT, ada dua lokasi yaitu di Ronting sama satunya lagi lokasi di Manggarai Timur yang paling banyak terdampak gempa di NTT," kata Gus Miftah saat ditemui di kompleks Patra Jasa, Kuningan, Jakarta Selatan, selasa (18/8).
Baca Juga: Zach Hickerson Bersama Hayden Panettiere Saat Ditemukan Tak Sadarkan Diri Diduga Overdosis
"Saya secara pribadi memberikan bantuan kemanusiaan untuk sahabat-sahabat kita di NTT sebesar Rp 500 juta. Posisi sudah saya transfer ke jaringan saya di sana untuk bisa dibelanjakan kepada teman-teman terdampak yang paling membutuhkan," lanjutnya.
Dalam kunjungannya, Gus Miftah juga telah berkoordinasi dengan Korwil Banser setempat dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama NTT. Ia datang langsung ke sana untuk memastikan bantuan tersebut dapat benar-benar disalurkan kepada masyarakat yang terdampak.
Selain bantuan pribadi, Gus Miftah juga mendapat amanah menyalurkan Bantuan Presiden (Banpres) yang diperuntukkan buat renovasi rumah ibadah yang terdampak bencana di sana.
Bantuan tersebut tidak hanya menyasar masjid, tetapi juga rumah ibadah umat agama lain seperti gereja, pura, dan tempat ibadah lainnya. Gus Miftah menargetkan setidaknya 10 tempat ibadah dapat menerima Bantuan Presiden dalam kunjungannya ke NTT.
Gus Miftah dijadwalkan lebih dulu menuju Ronting setelah tiba di NTT sekitar pukul 13.30 waktu setempat. Dari lokasi pendaratan, katanya, perjalanan menuju titik pengungsian diperkirakan memakan waktu sekitar tiga jam.
Ia menargetkan dapat mengunjungi salah satu lokasi pengungsian besar di Ronting sekaligus melihat secara langsung kondisi sejumlah rumah ibadah yang mengalami kerusakan akibat gempa.
Setelah dari Ronting, Gus Miftah berencana melanjutkan perjalanan ke lokasi lainnya di Manggarai Timur pada Kamis pagi. Wilayah tersebut menjadi salah satu daerah yang mengalami dampak cukup parah akibat gempa bumi.
Di Manggarai Timur, ia akan mengunjungi lokasi pengungsian sekaligus melihat sejumlah rumah ibadah yang terdampak. Kunjungan tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Baca Juga: Brian Hickerson Selaku Mantan Pacar Disorot Usai Hayden Panettiere Meninggal Mendadak
Gus Miftah menambahkan, kunjungannya ke NTT hanya 2 hari karena dia ada agenda lain yang telah dijadwalkan. Pada 20 Agustus 2026, ia dijadwalkan kembali ke Jawa untuk menghadiri acara istighotsah kebangsaan di daerah Wonosobo.
"Saya targetkan minimal besok kita bisa membantu sekitar 10 tempat ibadah, baik masjid, gereja, pura, dan yang lainnya. Apa pun yang bisa kita lakukan di sana," tuturnya.