JawaPos.com — Pemerintah membantu peternak rakyat menghadapi tingginya biaya pakan dengan menyalurkan 5.000 ton bahan baku pakan soybean meal (SBM).
Pemberian bantuan dilakukan melalui kerja sama dengan Koperasi Produsen Usaha LPER dalam pemenuhan bahan baku pakan Soybean Meal (SBM).
Kerja sama ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Koperasi Produsen Usaha LPER dan PT Berdikari, dengan komitmen merealisasikan penyaluran 5.000 ton SBM untuk memenuhi kebutuhan anggota peternak rakyat binaan Koperasi LPER di tahap awal.
Ketua Umum Koperasi Produsen Usaha LPER, Mulyadi Atma dalam keterangan tertulisnya mengatakan, kerja sama tersebut diharapkan dapat membantu peternak memperoleh bahan baku pakan dengan rantai pasok yang lebih efisien.
Baca Juga: Alasan Pasang Box Trap Harimau Sumatera di Nagari Pasia Laweh, Makan Ternak Warga-Dekat ke Sekolah
Menurutnya, biaya pakan selama ini dapat menyerap sekitar 70 persen dari total biaya produksi peternakan. Karena itu, akses SBM melalui BUMN diharapkan dapat membantu menjaga kestabilan harga bahan baku pakan.
"Dengan SBM 5.000 ton di tahap awal ini, kami optimistis harga pokok produksi telur dan ayam dapat ditekan sehingga peternak bisa kembali tumbuh dan berkembang," ujarnya.
Kerja sama tersebut juga diarahkan untuk memperkuat rantai pasok bahan baku pakan bagi anggota koperasi. Dengan konsolidasi melalui LPER, peternak diharapkan mendapatkan akses SBM secara lebih terjamin dan efisien.
Ketersediaan bahan baku pakan yang lebih stabil diharapkan turut membantu peternak menjaga produktivitas ayam ras serta menekan biaya produksi.
Dalam skema tersebut, Koperasi LPER menjadi pusat konsolidasi kebutuhan dan distribusi SBM bagi anggota. Model ini diharapkan dapat menjadi bagian dari pengembangan ekosistem peternakan rakyat yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Direktur Utama PT Berdikari, Maryadi menambahkan, penyaluran 5.000 ton SBM merupakan tahap awal dari kerja sama tersebut.
"Kami berkomitmen mengawali dari 5.000 ton ini. Target kami adalah membangun ekosistem peternakan ayam ras yang terintegrasi dan berkeadilan," ujarnya.
Melalui kerja sama tersebut, akses peternak rakyat terhadap bahan baku pakan diharapkan menjadi lebih terjamin sekaligus mendukung penguatan ekosistem peternakan berbasis koperasi.