JawaPos.com - Polda Aceh memastikan kondisi keamanan di Banda Aceh tetap terkendali, setelah pelaksanaan zikir dalam rangka memperingati Hari Damai Aceh (HDA) ke-21 di Masjid Raya Baiturrahman, Sabtu (15/8).
Meski sempat terjadi kericuhan di tengah kegiatan, aparat bersama masyarakat berhasil mengendalikan situasi.
"Pelaksanaan zikir pada peringatan HDA ke-21 di Masjid Raya Baiturrahman telah selesai. Walaupun sempat terjadi kericuhan saat acara zikir, situasi dapat segera dikendalikan dan tetap kondusif,” kata Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto dalam keterangannya, Minggu (16/8).
Menurut Joko, kondisi keamanan yang kembali stabil tidak terlepas dari sinergi antara TNI dan Polri serta dukungan berbagai pihak, terutama masyarakat. Ia mengapresiasi kesadaran warga yang ikut membantu meredakan situasi ketika kericuhan terjadi.
Joko menyebut, personel keamanan masih disiagakan di sekitar lokasi. Penjagaan dilakukan untuk memastikan kondisi tetap aman sekaligus memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang berada di kawasan tersebut.
Selain pengamanan di lokasi, lanjutnya, TNI-Polri akan meningkatkan kegiatan patroli di sejumlah wilayah Aceh. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Joko menegaskan, aparat keamanan akan terus hadir di tengah masyarakat. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat mengambil bagian dalam menjaga situasi Aceh agar tetap aman, damai, dan kondusif.
Menurutnya, momentum peringatan Hari Damai Aceh seharusnya tidak hanya menjadi kegiatan seremonial. Peringatan tersebut perlu dijadikan pengingat bersama mengenai pentingnya mempertahankan perdamaian yang telah dibangun selama ini.
Karena itu, masyarakat diharapkan mengedepankan kebersamaan, saling menghormati, serta menjaga ketertiban dalam setiap aktivitas. Joko menilai keterlibatan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci untuk mempertahankan suasana damai di Aceh.
Baca Juga: Ricuh Peringatan Hari Damai Aceh, Mabes TNI Ajak Masyarakat Hormati Simbol Negara
"Perdamaian adalah milik kita bersama. Mari kita rawat dengan menjaga persatuan, menghormati sesama, dan bersama-sama menciptakan Aceh yang damai serta kondusif," ungkap dia. (*)