← Beranda
Eskalasi Kekerasan Meningkat, Stafsus Menhan Lenis Kogoya Ultimatum OPM Hentikan Aksi di Papua
Syahrul YunizarSabtu, 15 Agustus 2026 | 01.45 WIB
Stasus Menhan Bidang Kedaulatan NKRI Lenis Kogoya saat diwawancarai oleh awak media pada Kamis (8/5). (Syahrul Yunizar/JawaPos.com)

JawaPos.com - Atas meningkatnya eskalasi kekerasan di Papua, Staf Khusus Menhan Bidang Kedaulatan Negara Lenis Kogoya menyampaikan ultimatum kepada Organisasi Papua Merdeka (OPM). Dia meminta kelompok bersenjata itu menghentikan aksi yang belakangan dilakukan.

Dalam keterangan resmi yang diterima oleh awak media, Lenis menyampaikan bahwa OPM harus menghentikan segala bentuk tindak kekerasan, termasuk yang dilakukan di wilayah Wamena dan sekitarnya. Menurut dia, aksi tersebut sangat merugikan banyak pihak. Khususnya masyarakat sipil.

Lenis mengaku sudah mendapatkan informasi bahwa OPM telah melakukan penyesatan, tindak kekerasan, hingga pembunuhan dan eksekusi mati terhadap warga sipil. Aksi serupa dilakukan dengan menyasar guru, misionaris, dan penginjil yang terus terjadi.

Baca Juga: Libatkan Puluhan Alutsista, TNI AU Terus Matangkan Demo Udara HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia

”Bahkan mama-mama disiksa dan fasilitas sekolah dibakar. Aksi-aksi itu harus segera dihentikan,” kata dia dikutip pada Jumat (14/8).

Lewat keterangan yang sama, Lenis menyatakan bahwa OPM harus menghentikan penyebaran isu negatif dan ancaman terhadap warga sipil. Dia juga meminta OPM segera keluar dari wilayah Wamena dan tidak mengganggu persiapan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia.

”Menghentikan segala bentuk aksi kekerasan, pembunuhan, dan penyiksaan terhadap sesama Orang Asli Papua (OAP) maupun warga sipil lainnya,” pintanya.

Menurut Lenis, mandat adat dari 7 wilayah adat di Papua dan aturan konstitusi sudah menugaskan dirinya untuk melindungi masyarakat sipil dan mempertahankan keutuhan NKRI. Jika ultimatum tersebut tidak ditindaklanjuti oleh OPM, kata dia, para pemilik hak ulayat dan masyarakat adat akan berkumpul untuk mengambil sikap tegas.

”Jika 3 poin itu tidak diikuti, maka para pemilik tanah wilayah adat dari 7 wilayah adat akan berkumpul dan mendoakan agar anda (OPM) sekalian bertobat kembali kepada jalan yang benar, sesuai firman Tuhan untuk saling mengasihi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Lenis menyampaikan bahwa dirinya secara konsisten membela masyarakat Papua, termasuk menolak pelabelan teroris bagi OPM demi keselamatan warga sipil di perkotaan maupun pedalaman. Untuk itu, dia meminta OPM tidak mengacaukan situasi keamanan di tanah kelahirannya.

”Masyarakat di wilayah La Pago, Mee Pago, dan sekitarnya untuk tetap tenang dan tidak panik menghadapi isu-isu keamanan yang beredar,” kata Lenis.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah