JawaPos.com – Sepuluh perwira menengah Polri peserta Pendidikan Reguler ke-67 Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri turun langsung ke Polresta Sidoarjo pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Kehadiran mereka menjadi bagian dari rangkaian Studi Lingkungan Management Course Level III yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB.
Kegiatan ini menyoroti dua hal utama, yakni tantangan kepemimpinan di tingkat kewilayahan serta strategi pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah sebagai penopang utama perekonomian masyarakat.
Baca Juga: Ratusan Pegolf Pro dan Amatir Siap Berlaga di The Indonesia Pro-Am 2026
Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Dr. Christian Tobing, membuka acara secara langsung dan menyambut baik kedatangan para peserta. Ia menilai kegiatan ini menjadi wadah berharga untuk saling bertukar gagasan antara dunia pendidikan kepolisian dengan praktik yang berjalan di lapangan, terutama dalam memahami dinamika sosial dan ekonomi masyarakat Sidoarjo yang sangat bergantung pada sektor UMKM.
Ketua Tim Kelompok Latihan I, Brigjen Pol Oktavianus Marthin, dalam sambutannya menjelaskan alasan pemilihan Sidoarjo sebagai lokasi studi. Wilayah ini dinilai memiliki karakteristik yang khas, di mana pertumbuhan UMKM menjadi denyut nadi kehidupan ekonomi rakyat, sekaligus menghadirkan tantangan tersendiri bagi pihak kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban, serta mendukung iklim usaha yang kondusif dan merata.
Sebagai tanda persahabatan dan kerja sama, dilakukan penyerahan plakat kenang-kenangan dari peserta didik kepada Polresta Sidoarjo selaku tuan rumah.
Baca Juga: Hujan Ekstrem Chiba Jepang Tewaskan 4 Orang, 126.000 Warga Masih Dievakuasi
Selama kegiatan berlangsung, para perwira mengamati langsung kondisi di lapangan, melakukan wawancara dengan jajaran pimpinan Polresta, serta mengumpulkan berbagai data terkait perkembangan dan tantangan yang dihadapi pelaku UMKM di wilayah hukum setempat.
Hasil pengamatan yang diperoleh nantinya akan dianalisis secara mendalam dengan pendekatan manajemen strategis. Mulai dari pemetaan kekuatan dan kelemahan organisasi, mengenali peluang serta ancaman yang ada, hingga menyusun saran kebijakan yang nyata dan dapat dijalankan untuk mempererat kerja sama antara Polri dan pelaku usaha.
Kegiatan yang menjadi bagian dari pembentukan kemampuan kepemimpinan strategis ini berjalan dengan lancar dan tertib sepanjang acara berlangsung. Diharapkan, hasil studi ini dapat melahirkan rekomendasi yang berlandaskan data nyata, guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang produktif dan merata, serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat sejalan dengan semangat Polri yang presisi dan dekat dengan rakyat.