JawaPos.com - Upaya pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan terus diarahkan pada pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan, keterampilan, dan kemandirian ekonomi.
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Densus 88 Anti Teror Polri, pemerintah daerah, kementerian, dan dunia usaha menjalankan program pemberdayaan di Pondok Pesantren Al Muttaqin, Jepara, Jawa Tengah.
"Kegiatan ini tindak lanjut deklarasi eks Jamaah Islamiyah di Solo pada Desember 2024," kata Kepala BNPT Eddy Hartono saat membuka kegiatan, Rabu (12/8).
Program tersebut berlangsung selama tujuh hari sejak 10 Agustus 2026. Ponpes Al Muttaqin menjadi salah satu sasaran pemberdayaan setelah deklarasi pembubaran Jamaah Islamiyah (JI) pada Desember 2024. "Prinsipnya pemerintah dan masyarakat berkolaborasi," ujar Eddy.
Menurut dia, BNPT, Densus 88, Kementerian Pertanian, dan pemerintah daerah memberikan dukungan dari sisi pemerintah.
Di sisi lain, dunia usaha seperti PT Astra International, PT Panasonic Gobel dan Amuya Coffee turut memberikan pelatihan kewirausahaan serta keterampilan kepada lingkungan pesantren. "Harapannya kita menciptakan ekosistem ekonomi di pesantren," tutur Eddy.
Melalui program tersebut, para santri diharapkan memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal untuk masa depan sekaligus memiliki ketahanan terhadap intoleransi, radikalisme, dan terorisme.
Kepala Satuan Tugas Wilayah Jawa Tengah Densus 88 AT Polri Kombes Pol Chairul Anam mengatakan, kerja sama lintas instansi akan terus berjalan setelah program pemberdayaan selesai.
"Kami sepakat pascapembubaran eks JI akan selalu bersama-sama memajukan bangsa," kata Chairul.
Dukungan diberikan melalui berbagai sektor sesuai kapasitas masing-masing lembaga. Kementerian Pertanian, misalnya, memberikan 3,2 ton bibit padi, dua unit pompa air, dan dua unit hand tractor.
Dari sektor dunia usaha, PT Restu Agropro Jayamas memberikan 20 kilogram bibit jagung beserta alat tanam. PT Astra International menyumbangkan empat set alat servis AC, sedangkan YBM PLN membangun unit barbershop lengkap. PT Panasonic Gobel turut memberikan dua unit AC.
Densus 88 AT Polri memberikan satu unit kulkas showcase, dua unit laptop, dua unit proyektor, satu unit AC, serta bibit tanaman Kaliandra dan Indigofera. Polres Jepara juga menyediakan layanan kesehatan gratis dan dapur umum.
BNPT memberikan satu set sistem filter air Reverse Osmosis, satu set mesin espresso beserta perlengkapan manual brew, serta dua set alat pembuat konten. "Kegiatan ini sesuai dengan penjabaran Astacita yang dituangkan dalam RPJMN 2025-2029," ujar Eddy.
Program tersebut selaras dengan sejumlah Prioritas Nasional dalam RPJMN 2025–2029, termasuk pemantapan sistem pertahanan dan keamanan negara, perluasan lapangan kerja berkualitas, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Program pemberdayaan di Ponpes Al Muttaqin juga menjadi bagian dari implementasi Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE) Fase 2, terutama pada aspek pendidikan, keterampilan masyarakat, dan fasilitasi lapangan kerja.
Bupati Jepara H. Witiarso Utomo mengatakan pemerintah daerah siap melanjutkan program yang telah dimulai bersama pemerintah pusat dan berbagai pihak. "Kami siap menindaklanjuti program ini," kata Witiarso.
Dukungan Pemkab Jepara akan diarahkan pada sarana dan prasarana serta peningkatan mutu pembelajaran bagi para santri. Dengan demikian, program pemberdayaan diharapkan tetap berjalan dan berkembang sesuai potensi masyarakat setempat.
Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan upacara pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 di halaman Ponpes Al Muttaqin.
BNPT berharap pemberdayaan tersebut dapat membentuk lingkungan pesantren yang memiliki ketahanan sosial sekaligus mampu mengembangkan potensi pendidikan, dakwah, kewirausahaan, dan pemberdayaan masyarakat. "Santri diharapkan punya keterampilan dan kemandirian," kata Eddy. (*)