JawaPos.com - Sebanyak 196 siswa baru memulai pendidikannya di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Tuban, Jawa Timur, dengan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Kamis (30/7).
Mereka terdiri dari siswa jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Mayoritas peserta didik berasal dari keluarga miskin desil 1 dan desil 2.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan optimismenya terhadap Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Tuban, yang dinilai memiliki fasilitas lengkap untuk mendukung tumbuh kembang siswa.
"Alhamdulillah, kampus seindah ini, sekolah sebagus ini, kantin se-convenient ini, lapangan olahraga yang luar biasa, tentu ini menjadi medium pembelajaran yang luar biasa pula,” tuturnya dalam kunjungan kerja, Kamis (30/7).
Baca Juga: Perluas Jangkauan Internet Gratis ke 108 Pesantren, Pemkot Tangsel Berikan Pelatihan AI untuk Santri
Menurut Khofifah, SR 1 Tuban memiliki fasilitas lengkap, mulai dari gedung belajar SD, SMP, dan SMA, asrama putri dan putra pada masing-masing jenjang, dapur, kantin, hingga guest hause untuk wali murid yang berkunjung.
"Ada pula running track, lapangan sepakbola, lapangan basket, dan aula yang luasnya sangat mencukupi.Kawan-kawan bisa cari di SMP, SMA, atau SMK. Betapa susahnya mendapatkan kualitas lapangan seperti ini," imbuh Khofifah.
Dalam kunjungannya, Gubernur Khofifah bercengkeramah dengan 196 siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Tuban. Ia juga membagikan tas sekolah dan alat ibadah kepada masing-masing siswa.
"Seperti kata Bung Karno, anak anak harus bermimpi setinggi langit, jika jatuh maka akan jatuh di antara bintang-bintang, belajar yang baik, disiplin, mudah-mudahan sukses dan tercapai cita citamu," ucapnya kepada siswa.
Khofifah berharap seluruh pihak dapat menjaga ekosistem Sekolah Rakyat Terintegrasi agar tetap kondusif, sehingga melahirkan siswa-siswi yang unggul, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta fasilitas pembelajaran agar proses pendidikan mampu mencetak sumber daya manusia yang berkualitas, berkarakter, dan berintegritas tinggi.
"(Program SR) Ini menurut saya sesuatu yang sangat strategis dari keinginan pemerintah untuk membangun kesempatan dan ruang agar anak berkembang dengan baik. Tidak boleh ada satu orang pun yang tertinggal," pungkasnya.