← Beranda
Pengungkapan Kasus Pembunuhan Satpam Jatiluhur Lambat, Dedi Mulyadi: Tidak Ada CCTV
Ryandi ZahdomoSelasa, 28 Juli 2026 | 18.11 WIB
Waduk Jatiluhur yang dikelola PT Jasa Tirta II. (Istimewa)

JawaPos.com - Polres Purwakarta masih terus menyelidiki dan memburu pelaku dugaan pembunuhan satpam waduk Jatiluhur, Sumarna, 40.

Upaya identifikasi dan pengejaran pelaku menghadapi tantangan, karena tidak adanya kamera pengawas (CCTV) di area objek vital nasional tersebut.

Hal ini disampaikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM saat mendatangi Polres Purwakarta untuk mengawal perkembangan kasus ini.

Ia menyayangkan minimnya fasilitas keamanan di bendungan raksasa yang menyokong kehidupan jutaan warga Jawa Barat hingga Jakarta tersebut.

Baca Juga: Nasib 2 Satpam Usai Menegur Pelanggar: 1 Tewas Terborgol di Purwakarta, 1 Bersujud pada Oknum Polisi di Bundaran HI

Dalam kesempatan itu, Dedi menyentil pengelola bendungan Perum Jasa Tirta (PJT) II yang dinilai tidak maksimal mengamankan area yang menjadi tanggung jawabnya. 

Ia menegaskan, area seluas dan sevital Waduk Jatiluhur seharusnya dilengkapi dengan sistem keamanan modern, bukan justru mengalami kekosongan pantauan digital.

"Ini titik lemah buat jajaran PJT II. Ini bendungan yang menjamin keselamatan warga di Bekasi, Karawang, sampai Jakarta. Masa objek vital nasional enggak ada CCTV-nya?," ujar Dedi Mulyadi di Polres Purwakarta.

Ia juga mendesak agar pengelola segera membangun command center khusus yang beroperasi penuh selama 24 jam demi mengantisipasi celah kejahatan serupa di masa mendatang.

Polisi Amankan CCTV Pemukiman dan Periksa 15 Saksi

Meski terbentang kendala di titik kejadian perkara (TKP), kepolisian memastikan proses hukum tetap berjalan maraton.

Baca Juga: Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol

Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP I Made Purwantara menuturkan, penyidik Satreskrim Polres Purwakarta tengah mengejar berbagai petunjuk.

Perwakilan kepolisian menjelaskan bahwa 15 orang saksi telah diperiksa intensif, mencakup rekan kerja hingga pihak keluarga.

Selain itu, rekaman CCTV di luar kawasan waduk dan jalur pemukiman warga sekitar mulai disisir.

"Untuk di seputaran (lokasi) masih tidak ditemukan CCTV, namun kami berusaha mencari CCTV di luar jalan raya atau di tempat pemukiman. Kami optimistis kasus ini bisa diungkap," tegas I Made Purwantara kepada Dedi Mulyadi.

Beredar Video Terakhir Korban Sebelum Hilang

Sebelum ditemukan tewas pada Jumat (24/7) pagi sekitar pukul 09.30 WIB di Tanggul Kayat, Kampung Kembang Kuning, korban diketahui sempat memprotes aksi vandalisme di kawasan tanggul.

Baca Juga: Polda Jabar Selidiki Temuan Jenazah Satpam dengan Posisi Tangan Terborgol di Waduk Jatiluhur Purwakarta

Hal itu terungkap dari rekaman status WhatsApp yang diunggah korban sebelum kejadian.

Hilangnya korban yang berujung kematian bermula sejak Kamis malam (23/7) pukul 22.00 WIB.

Rekan kerja Sumarna mendapati pos jaga dalam keadaan kosong melompong, sementara sepeda motor korban masih terparkir rapi dan ponselnya tidak dapat dihubungi.

Petunjuk awal terkuak saat perangkat handy talky (HT) milik korban ditemukan tergeletak sendirian di atas perahu yang bersandar.

Tak lama berselang, jasad Sumarna ditemukan mengambang di perairan tak jauh dari lokasi HT, masih mengenakan seragam lengkap dengan kondisi kedua tangan terborgol.

Baca Juga: Satpam Tewas di Perairan Waduk Jatiluhur, Masih Pakai Seragam Lengkap

Imbauan Polisi Soal Spekulasi Publik

Proses evakuasi dan olah TKP telah dilakukan oleh personel gabungan Satreskrim dan Satpolairud Polres Purwakarta.

Kasat Polair Polres Purwakarta, AKP Jamal Nasir, menyatakan penyisiran area dan pengumpulan barang bukti dilakukan ketat sesuai prosedur operasional standar.

Sebelumnya, Kasi Humas Polres Purwakarta Iptu Tini Yutini, meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak memicu keresahan dengan menyebarkan andaikan atau andaikan liar di media sosial.

"Kami mengajak masyarakat untuk menunggu hasil penyelidikan resmi dari kepolisian. Saat ini Satreskrim Polres Purwakarta masih melakukan pendalaman terhadap seluruh fakta dan keterangan yang diperoleh di lapangan," pungkas IPTU Tini Yutini.

Baca Juga: Usai Diintimidasi Oknum Polisi di Bundaran HI, Satpam Fiktor Harefa Putuskan Pindah ke Bandung, KDM Siapkan Pekerjaan Baru

EDITOR: Bayu Putra